Pages

Tampilkan postingan dengan label Kajian Teori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Teori. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Desember 2015

Cara Menulis Daftar Pustaka



Cara Menulis Daftar Pustaka


Rujukan Skripsi-Suatu karya tulis dikatakan sebagai karya tulis ilmiah apabila dalam penulisannya mengikuti kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku. Salah satunya adalah kaidah atau cara penulisan daftar pustaka. Berikut ini akan dibahas bagaimana cara menulis daftar pustaka sesuai kaidah yang berlaku.

Baca juga postingan tentang DAFTAR SKRIPSI LENGKAP DARI BAB 1-5
Dalam menulis daftar pustaka, komponen-komponen yang harus dicantumkan adalah sebagai berikut:
1.      Disusun secara alfabetis. Jika huruf awal sama, huruf kedua dari nama penulis itu menjadi dasar urutan, demikian seterusnya.
2.      Nama penulis, dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama belakang, kemudian nama depan (dapat disingkat). Hal ini berlaku untuk semua nama, baik nama asing maupun nama Indonesia. Cara penulisan inilah yang berlaku secara internasional tanpa mengenal kebebasan dan tradisi. Tata tulis ilmiah tidak mengenal prinsip nama, apakah yang lebih dikenal masyarakat, melainkan nama belakangnya tanpa memperhitungkan apakah nama itu merupakan nama keluarga atau bukan.
Contoh:
Muhammad Busro ditulis Busro, Muhammad.
Abdul Malik dan Ahmad Deviantoro ditulis Mallik dan Deviantoro.
3.      Nama penulis, tahun penerbitan, judul sumber tertulis yang bersangkutan (khusus judul sumber dicetak miring), kota tempat penerbit (diikuti titik dua tanpa spasi), dan nama penerbit. Baris pertama diketik mulai pukulan pertama dan baris kedua dan seterusnya diketik mulai pukulan keenam atau satu tab dalam komputer. Jarak antara baris satu dengan berikutnya adalah satu spasi, sedangkan jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya adalah dua spasi.
Berikut contoh penulisan daftar pustaka.
Alma, Buchori. (2009). Pemasaran Stratejik Jasa Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Ibrahim, M. dkk. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.

Hartako, Dick dan B. Rahmanto. (1986). Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Penerbit kanisius.

Huda, Miftahul. (2013). CooperativeLearning: Metode, Teknik, Struktur dan ModelPenerapan. Yogyakarta: PustakaPelajar.
Sumber:
Unsera. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Serang: Unsera.

Minggu, 06 Desember 2015

Definition of Guiding Questions

RujukanSkripsi-Postingan kali ini akan dibahasa tentang “DEFINITION OF GUIDING QUESTIONS”. Silahkan dirujuk dan semoga bermanfaat.



DEFINITION OF GUIDING QUESTIONS

Taken from: Traver, R. (March, 1998). What is a good guiding question? Educational Leadership, p. 70-73.
DEFINITION: "A guiding question is the fundamental query that directs the search for understanding. Everything in the curriculum is studied for the purpose of answering it." Guiding questions help provide focus and coherence for units of study.
CHARACTERISTICS:
·   Good guiding questions are open-ended yet focus inquiry on a specific topic.
·   Guiding questions are non-judgmental, but answering them requires high-level cognitive work.
·   Good guiding questions contain emotive force and intellectual bite.
·   Guiding questions are succinct. They contain few words but demand a lot.
ADVICE FOR DEVELOPING GOOD GUIDING QUESTIONS:
·   Determine the theme or concept you want students to explore
·   Brainstorm a list of questions you believe might cause the students to think about the topic but that don't dictate conclusions or limit possible directions of investigation. Wait to evaluate and refine the list until you have several possibilities.
·   If the unit is multi-disciplinary, the question must allow for multiple avenues and perspectives.
·   Consider the six queries that newspapers answer: who, what , when, where, how, and why.
SAMPLE GUIDING QUESTIONS FOR PARTICULAR CONTENT AREAS:
·   Environmental Studies: Who will survive? or, What is waste?
·   History and Cultural Studies: Whose America is It? What makes an American self? What is worth fighting for?
·   Physics: Where do waves come from?
·   Health: What is health?
·   Civics: When are laws fair?
·   Education: Can we have equity and excellence in public education?
SAMPLE INTEGRATION ACROSS CURRICULAR AREAS:
Question: Who will survive? Each content area provides avenues for students to develop answers to this question.
 
·   English - Novels, essays, and poems that explore how American culture values some organisms more than others are read and analyzed.
·   Political Science - Students read and discuss The Endangered Species Act as a political document.
·   Math - The professor has students explore exponential rates of expansion and decay to describe changes in populations of plants and animals.
·   Biology - The focus is on the ecology and genetics of plants and on biodiversity.
·   Foreign Language - The issues are explored in a different language from a different cultural perspective.

Jumat, 04 Desember 2015

Pengertian Internet



RujukanSkripsi-Postingan kali ini akan dibahas tentang pengertian internet, melipuri sejarah singkat internet, pengertian internet, dan manfaat dan dampak negatip penggunaan internet. Silahkan dirujuk dan semoga bermanfaat.
Baca juga artikel terkait tentang Cara Membuat EmailGratis di Gmail (Google Mail)


Pengertian Internet
Istilah internet sudah sangat akrab dengan kita. Internet dapat membantu menyelasaikan tugas-tugas yang kita miliki. Segala informasi dapat diperoleh dari internet. Berkomunikasi secara langsung dengan teman, keluarga atau siapapun yang ada di luar kota atau di luar pulau bahkan melintasi benua atau samudra dapat kita lakukan dengan mudah dalam hitungan detik, melalui internet. Peristiwa-peristiw mutakhir di seluruh penjuru dunia dapat kita ikuti dan ketahui juga dengan internet. Namun, tahukah kita apa itu internet? Mengapa internet sangat membantu dalam aktivitas manusia? Untuk itu marilah kita mengenal lebih jauh tentang internet.
A.    Sejarah Internet
Pada awalnya internetmerupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan softwarekomputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet (Adi dan Siyamtiningtyas, 2010: 2).
B.     Pengertian Internet
Istilah internet banyak kita jumpai dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Namun, ternyata banyak di antara kita yang belum tahu secara pasti apa itu internet. Istilah internet berasal dari bahasa Latin “inter” yang berarti “antara” sedangkan “net” berarti “jaring”. Dengan demikian secara harfiah dapatlah diartikan internet adalah jaringan antara atau penghubung. Kata internt sendiri merupakan singkatan dari “interconnection networking” yang berarti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan sebagainya (Adi dan Siyamtiningtyas, 2010: 3).
Dengan demikian, internet merupakan sekumpulan komputer yang terhubung menjadi satu dalam sebuah jaringan komputer yang berada di seluruh dunia tanpa mengenal batas teritorial, hukum, dan budaya sebagai sarana berkomunikasi dan menyebarkan informasi. Oleh karena internet adalah sebuah jaringan, maka sebuah komputer yang terhubung dengan internet akan terhubung dengan komputer yang berada di seluruh dunia.
Untuk mengatur lalu lintas integrasi dan jaringan komunikasi jaringan internet ini digunakan protokol yaitu TCp / IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar. Adapun IP (Intenet Protocol) secara umum berfungsi untuk memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat digunakan, mengatur, dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.
Komputer yang terhubung dengan internet akan dapat mengakses berbagai informasi secara gratis dengan jumlah yang tidak terbatas. Internet dapat dikatakan sebagai sumber data dan informasi serta sarana pertukaran data dan informasi tanpa adanya jarak fisik dari komputer dan dalam waktu yang sangat cepat.
C.    Manfaat dan Dampak Negatif Internet
Internet merupakan teknologi informasi dan komunikasi yang telah berkembang sangat pesat. Internet telah memberikan banyak manfaat bagi penggunanya yang meliputi segenap lapisan masyarakat, dari mulai pelajar, mahsiswa, guru, pengelola perpustakaan, petani, pemerintah, artis, dokter, para investor dan sebagainya. Namun, layaknya pisau bermata dua, internet juga memiliki sisi negatif yang dapat mempengaruhi tingkah laku sosial, budaya, politik, ekonomi, dan pendidikan manusia. Untuk itu perlu diketahui apa manfaat dan dampak negatif dari internet sehingga kita bisa mengambil sebanyak-banyaknya manfaat dari internet dan membuang sejauh-jauhnya dampak negatif internet.
1.      Manfaat Internet dalam Kehidupan
Awalnya internet hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja dan dengan komponen tertentu pula. Dewasa ini, orang di dalam rumah pun bisa terhubung ke internet dengan menggunakan modem dan jaringan telepon. Berikut beberapa manfaat penggunaan internet di beberapa bidang.
a.       Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan, internet memungkinkan kita untuk mendapatkan banyak referensi keilmuan dari perpustakaan maya (library online) yang ada di internet dan sebagai media pembelajaran secara online (e-learning).
b.      Bidang Ekonomi dan Bisnis
Di bidang ekonomi dan bisnis, internet hadir dengan istilah e-commerce. Hal ini berperan dalam kegiatan perdagangan, jual beli, promosi dan sebagainya dapat dilakukan melalui internet tanpa harus bepergian. Contoh kita dapat membeli pakaian di toko pakaian onlineatau membeli buku di toko buku online. Contoh toko buku online yang dapat kita kunjungi misalnya, http://rujukanbukuku.blogspot.co.id, http://gramedia.online.com, dan lain-lain.
c.       Bidang Pemerintahan
Di bidang pemerintahan, internet dikenal dengan nama e-government. Dengan e-government pemerintah dapat memberikan informasi dan layanan kepada masyarakat secara maksimal. Dapat pula digunakan sebagai sarana mempererat hubungan antarnegara. Contoh situs pemerintahan misalnya http://jakarta.go.id.
d.      Bidang Sosial
Di bidang sosial, internet dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai berbagai kegiatan sosial yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan dan juga dapat digunakan untuk membantu penggalangan dana untuk kegiatan sosial.
e.       Bidang Keagamaan
Di bidang keagamaan, internet dapat digunakan untuk sarana diskusi, tanya jawab masalah agama, berbagi ilmu agama dan sebagainya.
f.       Sarana Bersosialisasi dan Mencari Sahabat
Pengguna internet dapat menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya di seluruh penjuru dunia dalam waktu singkat dan biaya yang murah melalui fasilitas e-mail dan chattingmelalui berbagai situs yang ada seperti www.yahoo.com, www.facebook.com, www.gmail.com, dan sebagainya.
g.      Sarana Hiburan
Internet menyediakan banyak fasilitas pilihan seperti permainan atau games, musik, video, dunia entertainmentdan sebagainya. Salah satu situs penyedia hiburan musik misalnya www.indowebster.com.
2.      Dampak Negatif Internet dalam Kehidupan
Selain memiliki banyak manfaat, internet juga memiliki dampak negatif dalam kehidupan. Dampak negatif tersebut seperti dijelaskan berikut ini.
a.       Pornografi
Dengan kemampuan kecepatan informasi yang dimiliki oleh internet, pornografi pun merajalela. Internet dapat menyajikan gambar-gambar bahkan video pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browsermelengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih homepage yang dapat diakses. Bahkan beberapa negara telah menerbitkan kebijakan pemblokiran situs-situs porno, salah satunya Indonesia.
b.      Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan banyak ditampilkan di internet karena alasan bisnis. Para pemilik situs melakukan berbagai macam cara agar dapat menjual situs-situs mereka walaupun harus menampilkan masalah-masalah tabu.
c.       Penipuan
Internet pun tidak luput dari serangan penipuan, seperti perilaku cracker, manipulasi data, dan lain-lain. Cara terbaik untuk menghidarinya adalah dengan mengabaikan hal ini dan jangan mudah tertarik. Sebaiknya konfiramsi terlebih dahulu informasi yang mengindikasi penipuan tersebut.
d.      Carding
Berbelanja dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan di internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan di bidang ini. Dengan sifat terbuka, para penjahat mampu mendeteksi aktivitas transaksi penggunaan kartu kredit online dan mencatat kode kartu yang digunakan yang kemudian digunakan untuk kepentingan kejahatan mereka.
e.       Perjudian
Dampak lain yang ditimbulkan oleh internet adalah meluasnya perjuadian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu lagi pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Mereka cukup mengunjungi situs-situs penyedian perjudian online. Sebisa mungkin kita harus membentengi diri dan keluarga kita dari pengaruh perjudian online ini.

Daftar Pustaka
Adi, Dhanang Sukmana dan Yuliyani Siyamtiningtyas. 2010. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Kemendiknas.