Pages

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

Tingkat Konsumsi Energi Dan Konsumsi Protein Serta Hubungannya Dengan Status Gizi Anak Asuh Usia 10-18 Tahun (Studi Pada Penyelenggaraan Makanan Di Panti Asuhan Pamardi Putra Kabupaten Demak) Tahun 2005 (POL-12)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor utama yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional. Untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut maka harus dilakukan upaya-upaya yang saling berkesinambungan. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas SDM, faktor kesehatan dan gizi memegang peranan penting, karena orang tidak akan dapat mengembangkan kapasitasnya secara maksimal apabila yang bersangkutan tidak memiliki status kesehatan dan gizi yang optimal (Depkes, 2001: 1).
Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia baik fisik maupun non fisik harus dilaksanakan sedini mungkin dan berlangsung terus sepanjang hidup. Salah satu upaya yang harus dilaksanakan adalah peningkatan dan perbaikan gizi dan kesehatan.
Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pasal 34 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Salah satu institusi yang berusaha menyelenggarakan fungsi tersebut di atas adalah Panti Asuhan. Pada institusi ini telah dikembangkan suatu upaya dalam rangka meningkatkan status gizi anak-anak asuhnya.

Panti Asuhan adalah salah satu institusi yang harus mendapatkan perhatian penuh karena pada institusi inilah anak-anak asuh yang ada di dalamnya memerlukan perlindungan kesejahteraan dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Faktor yang dapat membantu proses pencapaian pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak-anak asuh tersebut diantaranya adalah adanya kecukupan konsumsi zat gizi yang seimbang yang harus dikonsumsi setiap hari.
Anak-anak asuh di Panti Asuhan merupakan sasaran strategis dalam upaya perbaikan gizi masyarakat. Hal ini penting karena sebagian besar anak-anak asuh di Panti Asuhan tersebut adalah anak usia sekolah yang merupakan generasi penerus tumpuan harapan bangsa yang harus dipersiapkan kualitasnya dengan baik.
Pada usia remaja (10-18 tahun), terjadi proses pertumbuhan jasmani yang pesat, di samping aktivitas fisik yang tinggi. Dari hasil SKRT 2001 dan data SUSENAS 2002, diperoleh data bahwa prevalensi gizi kurang pada remaja dengan IMT < 5 percentil sebesar 17,4 % serta prevalensi anemi sebesar 25,5 %. Sedangkan dilihat dari kecukupan energinya, 38,3 % remaja di Indonesia memiliki Tingkat Konsumsi Energi 70 % dari AKE yang dianjurkan (Permaisih, 2003: 2). Dari hasil tersebut, diketahui bahwa status gizi buruk pada remaja masih tinggi serta rata-rata tingkat konsumsi energi pada usia remaja masih di bawah standar AKG yang dianjurkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) darah yang dilakukan pada bulan Desember 2004 lalu diketahui bahwa rata-rata anak asuh di Panti Asuhan Pamardi Putra Demak berstatus gizi baik. Dari pemeriksaan Hb yang dilakukan di Panti tersebut diperoleh hasil yaitu 20 % (10 anak asuh) memiliki kadar Hb kurang dari 12 gram % serta 80 % (40 anak asuh) memiliki kadar Hb di atas 12 gram % (Sumber: Laporan Tahunan Panti Asuhan, 2004) . Keadaan ini menunjukkan bahwa kadar Hb anak asuh di Panti Asuhan Pamardi Putra rata-rata berada di atas standar kadar Hb pada anak usia sekolah yaitu di atas 12 gram % (Sumber WHO, 1975 dalam I Dewa Nyoman S, 2001: 169)

Salah satu upaya untuk mempertahankan status gizi anak asuh tersebut agar tetap baik adalah panti asuhan perlu mempertahankan dan meningkatkan konsumsi gizi agar tetap adekuat pada proses penyelenggaraan makanannya. Dalam rangka pelaksanaan upaya ini tentunya setiap Panti Asuhan memiliki cara pengaturan dan penyelenggaraan makanan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan masing- masing.
Panti asuhan Pamardi Putra adalah salah satu panti asuhan di kabupaten Demak yang didirikan pada tanggal 1 Juni 1945 dengan alamat yaitu di Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak Kabupaten Demak. Panti asuhan ini adalah panti asuhan tertua di kabupaten Demak dan satu-satunya yang dikelola oleh Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Jawa Tengah. Sampai saat ini, panti ini memiliki anak asuh sebanyak 50 orang yang terdiri dari 31 laki-laki dan 19 perempuan. Dengan manajemen yang dikelola pemerintah, maka sudah seharusnya panti ini memiliki keistimewaan cara pengaturan dan penyelenggaraan makanan yang mungkin berbeda dengan panti-panti yang lain termasuk di dalamnya adalah upaya mempertahankan dan meningkatkan status gizi anak asuh dengan perbaikan konsumsi energi dan protein.
Bertolak dari latar belakang tersebut di atas, maka penelitian ini akan mencoba untuk mengetahui bagaimana gambaran Tingkat Konsumsi Energi (TKE), Tingkat Konsumsi Protein (TKP) serta status gizi anak asuh di Panti Asuhan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil judul “Tingkat Konsumsi Energi dan Konsumsi Protein serta Hubungannya dengan Status Gizi Anak Asuh Usia 10-18 Tahun (Studi pada Penyelenggaraan Makanan di Panti Asuhan Pamardi Putra Kabupaten Demak) Tahun 2005.”
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Kamis, 07 Juni 2012

Contoh Skripsi Pendidikan Olahraga

Contoh Skripsi Pendidikan Olahraga

Skripsi Olahraga  - Biasanya setiap daerah pada perguruan tinggi  keguruan, jurusan pendidikan olahraga selalu diminati. Memang jurusan ini biasanya menjadi peminat mahasiswa paling banyak. Jurusan yang mempelajari khususnya tentang olahraga yang lebih ke Jasmani, juga memerlukan Skripsi sebagai salah satu persyaratan memperoleh Gelar S.Pd pada jurusan Olahraga

Terkadang sebagai mahasiswa, Anda bingung ketika akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi, terutama ketika menentukan judul. Sehingga Anda perlu mencari inspirasi untuk judul sripsi yang akan Anda buat.

Buat teman-teman yang kebetulan lagi sibuk mikirin tentang pembuatan judul Skripsi Pendidikan Olahraga, lagi mencari contoh Skripsi PendidikanOlahraga gratis. mudah-mudahan contoh Skripsi Pendidikan Olahraga ini dapat membantu anda dalam membuat skripsi Pendidikan Olahraga yang anda jalani.

Berikut Contoh Skripsi Skripsi Pendidikan Olahraga Lengkap. Klik Judulnya untuk melihat isinya.



Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Perbedaan Latihan Incline Press Beban Tetap Set Meningkat Dan Beban Meningkat Set Tetap Terhadap Hasil Tolak Peluru Putra Pada Siswa Smp Negeri 10 Kota Pekalongan Tahun Pelajaran 2005/2006 (POL-11)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Alasan Pemilihan Judul

Upaya untuk meningkatkan kinerjadalam bidang olahragasebagai sarana yang ingin  dicapai dalam pengembangan dan penbangunan olahraga di indonesia akan membutuhkanwaktu dan proses pembinaan yang lama. Usaha untuk mencapai kemampuan yang diinginkan membutuhkanperhitungan secara masak dengan suatu usaha pembinaan dan pembibitan secara dini  serta melalui pendidikan dengan ilmu pengetahuan  dan  teknologi  yang  terkait.  Pembinaan  dan  pengembangan  olahraga yang merupakan bagian upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia  diarahkan pada  peningkatan  kesehatan  jasmani, mental  dan  rohani  serta  ditujukan  pada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani seluruhmasyarakat. Menurut Sanjoto bahwa untuk mencapaisuatu  prestasi dalam olahragamerupakan usaha benar-benar harus  diperhitungkan secara masak dengan suatu usaha pembinaan melalui suatu pembibitan secara dini, serta peningkatan melalui pendekatan ilmiah terhadapilmu- ilmu yang terkait (1995:2).

Tolak peluru adalah salah satu nomor yang terdapat dalamolahraga lempar pada  cabang  atletik. Sesuai  dengan  namanya,  maka  peluru  tidak  dilempar  tetapi ditolak atau didorong yaitu  berupadorongan dari bahu yang kuat disertai dengan gerak merentangkan lengan,pergelangan  tangan dan jari-jari yang terarah dengan tujuan agar didapat jarak tolakan yang maksimal (Jarver, 1999:112).
 
Pada tolak peluru lutut, pinggang,bahu, siku, pergelangan tanga dan sendi jari-jari  tangan,  semua harus digunakan untuk menggunakan kekuatanpaling besar pada peluru.Siswa sering melewatkan gerakansendi awal sepertigerakan lutut dan pinggang  atau  gagal   menyelesaikan   suatu  gerakan secara penuh  dengan  tidak menggunakan pergelangan tangan dan  jari-jari tangan.Kecepatan siswa pada saat menolak peluru atau kecepatanpeluru pada saat lepas, adalah faktor yang terpenting. Lebih besar kecepatan berarti lebih jauh jarak yang dicapai.Tahanan udara atau angin juga dapat mempengaruhi jarak yang ditempuh atau jarak capai peluru oleh siswa (PASI, 1993:33-36).

Di sekolah minat siswa perlu dikembangkan, sehingga siswa menjadi senang terhadap  atletik, Olahraga atletik khususnya nomor tolakpeluru diberikan kelas1 semester 2, siswa yang  berprestasi akan disenangi temen-temennya, apalagiramah, cepat dalam memecahkan  masalah-masalah, atletikmemiliki pemikiran-pemikiran yang maju (Harsono, 1986:5). Penampilan  seorang siswa dalam melakukan tolak peluru bisa dianalisa dalam sudut pandang kinesiologi atau ilmu gerak dan dari sudut pandang  biomekanika  (ilmu  yang  mempelajari  tentang  kekuatan   internal  atau eksternal  yang bekerja  dalam  tubuh  siswa  serta  akibat  yang  ditimbulkan  dari kekuatan tersebut (Rossel, 1984 :143).

Diantara  faktor  yang  terkait  dalam  cabang  olahrga  yang  ditekuni,yang terpenting untuk tolak peluru adalah kekuatan dan kecepatan,karena jika lengan tidak kuat, dia tidak mampu menolakpeluru dengan cepat. Untuk itu perlu dilatih latihan kekuatan dan kecepatan (daya ledak). Kekuatan adalah energi untuk melawan tahanan atau kemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan (resistance) (Harsono, 1986:47).

Dengan demikian agar prestasi olahraga berhasildengan baik, sesuaiyang diharapkan,  maka harus memperhatikan beberapafaktor yang terkaitdalam cabang olahrga yang ditekuni.

Cara yang baik untuk meningkatkan kekuatandan kecepatan adalah latihan beban salah  satunya incline press. Incline press adalah salah satu bentuk latihan mengangkat  beban  (barbel)  dengan  cara tidur  di  atas  bangku  lereng  (Sanjoto, 1995:42).  Karena   incline   press   merupakan   salah   satu  bentuk   latihan   untuk mengangkat  kekuatan dan kecepatan. Hal ini sangatberalasan karena hasil tolakan yang jauh sangat ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan lengan sehingga kekuatan dan kecepatan otot lengan sangatlah penting dalam usaha untuk mencapai hasil tolak peluru yang sejauh-jauhnya. Latihan tersebut dapatdilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan beban tetap set meningkat dan beban meningkatset tetap. Hal ini sesuai dengan pendapat Moeloek dan Artjatmo bahwa, berat latihan dapat diberikan dengan  berbagai  cara,  antara  lain  meningkatkan  frekuensi  latihan,  lama latihan, ulangan  dalam  suatu  bentuk  latihan  atau  gerakan,  berat  beban  atau  alat  yang digunakan,  kesukaran  dalam  suatu  latihan  dan  memperpendek  interval  latihan (1984:13).

Dari uraian di atas alasan-alasan pemilihan judul ini adalah :
  1. Kekuatan dan kecepatan merupakan faktor yang pentinguntuk meningkatkan hasil tolak peluru. 
  2. Latihan   incline   press   dapat   digunakan   sebagai   latihan   kekuatan   dan kecepatan.
 Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini