Pages

Tampilkan postingan dengan label Teknik Elektro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Elektro. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

PENGENDALIAN LAMPU LALU LINTAS BERBASIS KOMPUTER PROGRAM VISUAL BASIC 6.0 (TE-18)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Lampu lalu lintas adalah lampu yang digunakan untuk mengatur kelancaran lalu lintas di suatu persimpangan jalan dengan cara memberi kesempatan pengguna jalan dari masing-masing arah untuk berjalan secara bergantian. Karena fungsinya yang begitu penting maka lampu lalu lintas harus dapat dikendalikan atau dikontrol dengan semudah mungkin demi memperlancar arus lalu lintas di suatu persimpangan jalan. 

Hal itu disebabkan karena seiring dengan perkembangan zaman sekaligus perkembangan teknologi, jumlah kendaraan yang ada juga bertambah banyak dan lalu lintas di jalan juga bertambah padat. Sebagian besar pengendalian lampu lalu lintas pada saat ini masih menggunakan timer dan waktu nyala lampu sudah di setting dari awal. Hal itu menyebabkan operator sulit untuk mengubah waktu nyala lampu lalu lintas pada tiap-tiap arah setiap saat, menyesuaikan kondisi jalan dan kepadatan kendaraan yang ada pada tiap ruas jalan. Hal itu adalah sebagian kekurangan pengendalian lampu lalu lintas pada saat ini.

Oleh karena itu dibutuhkan sebuah pengendali lampu lalu lintas khususnya pada simpang empat yang dapat dioperasikan dengan mudah sekaligus bisa digunakan untuk mengatur waktu nyala lampu pada tiap-tiap arah setiap saat menyesuaikan kepadatan kendaraan maupun kondisi jalan. Selain itu juga, kondisi lampu pada waktu-waktu tertentu bisa disesuaikan.

Salah satu solusi untuk masalah tersebut diatas adalah dengan merancang sebuah pengendali lampu lalu lintas dengan menggunakan komputer berbasis Visual Basic 6.0. Pengendali ini memanfaatkan port paralel komputer untuk interfacing. Port yang digunakan adalah Data Port (DP) dan Printer Control (PC) yang berjumlah 12 pin sehingga cukup untuk mengendalikan 12 keadaan lampu.

Pengendali lampu lalu lintas ini memudahkan polisi lalu lintas sebagai operator didalam mengendalikan nyala lampu lalu lintas sekaligus memperlancar laju lalu lintas disuatu ruas jalan. Pengendaliannya dilakukan dengan menggunakan pointer mouse, dengan cara meng-klik kondisi / kontrol lampu yang diinginkan. Dalam hal ini dipilih sistem kendali dengan komputer berbasis Visual Basic 6.0 karena pengaksesan hardware yang tergolong sederhana dan mudah dalam pemrogramannya.

Keunggulan dari pengendali ini adalah:
1. Waktu nyala lampu bisa diatur setiap saat menyesuaikan kondisi jalan.
2. Kondisi nyala lampu bisa di set pada waktu-waktu tertentu.
3. Biaya yang dibutuhkan tidak terlalu mahal.
4. Pengendali ini bisa mempergunakan komputer dengan spesifikasi yang minim.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini


ANALISA KERJA RECLOSER TIPE VWVE MEREK COOPER DI WILAYAH PT.(Persero)PLN APJ SURAKARTA (TE-17)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem tenaga listrik sangat memegang peranan penting dalam semua aspek, sehingga faktor keamanan pada pusat pembangkit listrik maupun pada jaringan tegangan menengah sangat diperlukan.

Dalam jaringan distribusi terdapat banyak sekali gangguan yang mengakibatkan penurunan kapasitas daya listrik yang disalurkan ke beban. Hal tersebut dapat mengganggu mekanisme kerja penggunaan energi listrik. Maka dari itu untuk memperoleh kontinuitas pelayanan tersebut penerapan dan penggunaan peralatan proteksi dalam mengatasai gangguan mempunyai peranan yang sangat penting.
 
Peralatan pengaman dalam sistem tenaga listrik, digunakan sebagai pengaman pada daerah - daerah tertentu. Daerah pengaman tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga dibeberapa bagian dalam saluran terjadi tumpang tindih sehingga tidak ada daerah didalam sistem tenaga listrik yang tidak terlindungi.

Alat proteksi yang digunakan adalah sebuah rele dan perlengkapannya yang bekerja memberi perintah kepada pemutus tenaga untuk membuka atau memisahkan bagian bila terjadi gangguan.

Untuk memudahkan pengamanan terhadap gangguan, digunakan rele yang berfungsi membuka dan menutup secara otomatis yang disebut ”reclosing (recloser)” dimana sistem kendalinya ada pada kotak kontrol elektronik.

Recloser merupakan suatu peralatan pengaman yang dapat mendeteksi arus lebih karena hubung singkat antara fasa dengan fasa atau fasa dengan tanah, dimana recloser ini memutus arus dan menutup kembali secara otomatis dengan selang waktu yang dapat diatur misal dengan setting interval reclose 1 sampai 5 detik dan setting interval reclose 2 sampai 10 detik dan pada trip ketiga recloser akan membuka tetap dengan sendirinya karena gangguan itu bersifat permanen. Peralatan ini digunakan sebagai pelindung saluran distrbusi dan mempunyai peranan penting dalam perlindungan sistem daya karena saluran distribusi merupakan elemen vital suatu jala-jala, yang menghubungkan gardu induk (GI) ke pusat - pusat beban.

Pembatasan gangguan pelayanan dapat diukur untuk daerah sesempit mungkin dengan cara memasang saklar-saklar bersekering yang dipasang pada tempat-tempat strategis dan diberi pengaman lebur. Ini akan menjamin bahwa sekering ditempat yang terdekat dengan letak gangguan akan bekerja terlebih dahulu pada saat ganguan itu terjadi. Pada jaringan distribusi diperoleh data bahwa 70% sampai 80% gangguan bersifat permanen yaitu gangguan yang dapat dihilangkan atau diperbaiki setelah bagian yang terganggu itu diisolir dengan bekerjanya pemutus daya (TS. Hautaruk,1991:4).

Permasalahan yang sering muncul pada saluran distribusi atau jaringan tegangan menengah 20kV adalah bagaimana mengatasi suatu gangguan yang menghambat kelancaran sistem penyaluran beban. Ada banyak jenis recloser yang digunakan dalam mengatasi gangguan salah satunya memasang sebuah rele otomatis yang dapat mempersempit daerah gangguan. Jenis recloser menurut media peredaman busur apinya adalah (PLN, Pusdiklat.1997):

1.Vaccum (hampa udara)
- Nova
2. Gas SF6
-Brush
-Nullec
3. Oil (minyak)
-MVE
-VWVE

Recloser tipe MVE dan recloser tipe VWVE keduanya mempunyai prinsip kerja yang sama hanya dibedakan pada media pemutusnya saja. Recloser tipe MVE menggunakan motor listrik 220 V dengan daya sebesar 0,75 HP, sedangkan recloser tipe VWVE menggunakan closing selenoid 20 Kv. Recloser tipe VWVE lebih banyak dipakai dari pada recloser tipe MVE, sebab dilihat dari segi ekonomisnya lebih mudah perawatan dan lebih sederhana.

Bertolak dari permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk malakukan analisis kerja recloser tipe VWVE (Vaccum Withstand Voltage Electronical) merek Cooper.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Alat Penuang Minuman Kopi Dan Susu Secara Automatis (TE-16)

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Perubahan teknologi berkembang begitu pesat, sehingga dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang inovatif dengan menggunakan peralatan yang ada untuk sebuah aplikasi tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Begitu pula dengan bidang elektronika, perkembangan teknologi pada khususnya elektronika menuntut automatisasi dalam segala hal yang dapat meringankan pekerjaan manusia dan menjadikan segalanya serba instan, praktis dan ekonomis.


Berdasarkan beberapa alasan tersebut di atas, maka penyusun mencoba untuk merancang sebuah alat untuk menuangkan cairan, dalam hal ini adalah minuman kopi dan susu yang dapat bekerja secara automatis tanpa memerlukan petugas atau operator yang bertugas untuk menuangkan dan mengambilkan air minum yang disediakan. Dalam kehidupan sehari-hari, mesin ini adapat diaplikasikan sebagai mesin penjual minuman, khususnya minuman yang berwarna, tidak transparan seperti kopi dan susu. Dengan menggunakan mesin ini penjual hanya bertugas mengisi kembali tangki penampungan apabila tangki penampungan dalam keadaan kosong.

Rancangan mesin ini dilengkapi dengan beberapa sensor ataupun tranduser yang digunakan utuk mendeteksi suhu dalam tangki atau tandon minuman, sensor level pada gelas, sensor pecahan uang logam sebagai alat pembayaran, dan sebuah decode counter untuk melakukan setting harga setiap satuan (tiap gelas) mulai dari seribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Contoh Skripsi Teknik Elektro

Pada umumnya masyarakat menghubungkan Teknik Elektro dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan aliran listrik / arus kuat. Padahal sebenarnya ilmu Teknik Elektro melingkupi bidang yang sangat luas, di antaranya adalah: 1. Teknik Komputer dan Informatika, 2. Teknik Telekomunikasi dan Multimedia, 3. Teknologi Informasi dan Komunikasi, 4. Teknik Telematika, 5. Teknik Elektronika dan Mikroelektronik, 6. Teknik Kendali dan Instrumentasi, 7. Mekatronika dan Robotika, 8. Teknik Listrik dan Konversi Energi, 9. Otomasi Industri dan masih banyak lagi. 

Banyak produk yang kita gunakan sehari-hari merupakan hasil perkembangan ilmu bidang Teknik Elektro. Sebut saja misalnya: handphone, televisi, kamera digital, DVD player, sampai komputer dan internet. Produk otomotif pun saat ini telah memanfaatkan sistem elektronik misalnya untuk injeksi bahan bakar (EFI - Electronic Fuel Injection), serta untuk mengatur sistem kerja katup pemasukan bahan bakar, yang disebut teknologi VVT-i (Variable Valve Timing-Intelligent). Mikroelektronik juga dimanfaatkan pada robot-robot yang banyak digunakan dalam otomasi industri.

Terkadang sebagai mahasiswa, Anda bingung ketika akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi, terutama ketika menentukan judul. Sehingga Anda perlu mencari inspirasi untuk judul sripsi yang akan Anda buat.

Skripsi Teknik Elektro - Bagi mahasiswa jurusan elektro yang sedang membutuhkan referensi skripsi untuk membantu penyusunan skrisp teknik elektro, saya menyediakan beberapa contoh skripsi jurusan teknik elektro mudah mudahan dengan adanya referensi skripsi ini teman teman dapat terbantu dalam penyusanan skripsinya,

Berikut Contoh Skripsi Teknik Elektro Lengkap. Klik Judulnya untuk melihat isinya.



Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Implementasi Java Media Framework Api Pada Multimedia Streaming (TE-14)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Sekarang ini perkembangan dunia Teknologi Informasi (TI) telah berkembang pesat salah satunya dalam hal bahasa pemrograman. Ada beberapa bahasa pemrograman, salah satunya adalah Java yang sudah tidak di ragukan lagi perannya dalam perkembangan TI.

Java adalah bahasa pemrograman yang dapat berjalan di semua platform tanpa harus mengubah kode sedikitpun dengan syarat pada sistem yang digunakan sudah terdapat JRE (Java Runtime Environment). Hal inilah yang menjadi kekuatan Java sebagai bahasa pemrograman multiplatform write once run anywhere. Aplikasi menggunakan Java sangatlah luas dan dibagi menjadi tiga sub bagian yaitu J2EE (Java 2 Enterprise Edition), J2SE (Java 2 Standard Edition), dan J2ME (Java 2 Micro Edition). Dari ketiga sub bagian tersebut yang membedakan adalah cakupan aplikasi yang ingin dibuat. J2EE digunakan untuk aplikasi yang bersifat enterprise dan dalam sekala yang besar seperti sistem terdistribusi, J2SE digunakan untuk aplikasi standard pada desktop sedangkan J2ME lebih dikonsentrasikan untuk aplikasi yang bersifat embedded seperti mobile device. Dari ketiga sub bagian yaitu J2EE, J2SE, dan J2ME masih dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan. J2SE adalah framework yang sering digunakan, karena semua platform Java menggunakan J2SE sebagai base development.


JMF API (Java Media Framework Application Programming Interface) adalah extension dari J2SE yang dikonsentrasikan untuk pemrograman pada multimedia streaming (JMF version 2.1.1e). JMF version 2.1.1e sudah mendukung RTP (Realtime Protocol) yang digunakan sebagai protokol aplikasi yang realtime seperti audio/video streaming. Dengan menggunakan API ini akan mempermudah dalam meng-implementasikan realtime protocol pada multimedia streaming.

JMF API merupakan arsitektur yang menggabungkan protokol dan pemrograman interface untuk merekam, menransmisi, dan playback media. Pada JMF version 2.1.1e, Sun's sebagai perusahaan pengembang bahasa pemrograman Java berinisiatif untuk membawa pemrosesan time-base media kedalam bahasa pemrograman Java. Time-base media adalah mengubah data yang diterima dengan berdasarkan waktu, termasuk didalamnya seperti audio dan video klip, MIDI, dan animasi.

Karakteristik time-based media adalah dibutuhkannya waktu untuk mengirimkan dan memproses media. Ketika media data dialirkan harus ditemukan timing yang tepat untuk menerima dan menapilkannya ini yang sering disebut sebagai streaming media. Misal ketika movie dimainkan, data tidak dapat dikirimkan dengan cepat sehingga akan terjadi delay pada waktu playback. Dengan kata lain, jika data tidak dapat dikirimkan dan diproses dengan cepat maka akan menyebabkan kehilangan data atau dropping frame untuk memperbaiki playback. Untuk mengatasi masalah waktu transfer data maka dikembangkan banyak format audio/video seperti Cinepak, MPEG-1, H.263, JPEG, PCM, Mu-Law, G.723.1 dan lain-lain. Dari masing masing format tersebut akan mempengaruhi kualitas video/audio, kebutuhan CPU, dan bandwidth.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Studi Analisis Performansi Jaringan Astinet Di Pusat Komputer (Puskom) Universitas Syiah Kuala (TE-15)

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG
Dewasa ini teknologi informasi berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan di bidang pendidikan dan pengetahuan. Kebutuhan akan informasi dan komunikasi sudah menjadi konsumsi orang banyak bukan lagi menjadi monopoli perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Salah satu teknologi informasi yang berkembang pesat adalah jaringan internet. Internet merupakan suatu media untuk memperoleh dan sekaligus menyebarkan informasi tanpa melihat batasan ruang dan waktu.

Kelancaran hubungan komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan mobilitas kehidupan masyarakat dewasa ini. Bagus tidaknya suatu sistem komunikasi yang sedang dioperasikan tentu sangat ditentukan oleh handalnya sistem yang sedang dioperasikan. Tentunya untuk menghasilkan kelancaran hubungan komuniksi harus didukung performansi sistem yang baik dalam hal ini yang dibicarakan adalah sistem komunikasi data. Performansi ini dilihat dari perangkat sistem yang sedang beroperasi dan parameter-parameter yang mempengaruhi sistem tersebut.


Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kebutuhan akses komunikasi data, memang sewajarnyalah penyedia layanan ini memperhatikan kinerja dan jumlah akses yang dapat di layani kapan dan dimanapun. Bentuk layanan komunikasi datapun kini semakin kompleks seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi khususnya dan elektronik pada umumnya.

Internet saat ini sudah menjadi sebuah teknologi dan jaringan komunikasi data yang paling populer di planet ini. Pada lima tahun lalu, trafik telnet dan World Wide Web merupakan jenis-jenis trafik dominan. Akan tetapi, bentuk layanan yang ditawarkan Internet semakin beragam. Pengguna Internet mulai menggunakan aplikasi-aplikasi seperti video conference, telemedicine, distance learning, dan layanan-layanan lain yang banyak menghabiskan bandwidth.

Modem konvensional saat ini yang mempunyai rate maksimum 56 kbps tentu saja tidak dapat mendukung layanan-layanan baru seperti video conference, telemedicine dan distance learning. Para pengguna internet menginginkan kapasitas transfer data yang lebih besar agar dapat menggunakan aplikasi-aplikasi internet secara wajar. Oleh karena itu, teknologi serat optik saat ini merupakan sebuah alternatif terbaik yang cocok diterapkan untuk data berkecepatan tinggi.

Untuk dapat mengoperasikan layanan dengan baik dan handal, seorang administator dituntut dapat melakukan manajemen alokasi titik sambungan serta bandwidth yang tersedia sehingga tidak terjadi drop pada jam-jam tertentu. Titik-titik mana saja dari jaringan yang memiliki trafik yang relatif lebih rendah harus dapat menentukan secara pasti kesalahan yang sedang terjadi. Agar dapat mengetahui apa yang terjadi maka administrator harus melakukan analisis terhadap kinerja jaringan.

Untuk dapat memberikan layanan yang memuaskan kepada pengguna, maka kinerja jaringan harus berada pada kondisi yang baik. Kinerja jaringan dikatakan baik apabila jaringan berada dalam kondisi stabil serta dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap kecepatan transfer data dan bandwidth jaringan.

Analisis kinerja jaringan internet menekankan proses pemantauan dan perhitungan parameter kinerja jaringan pada infrastruktur jaringan seperti kecepatan dan kapasitas transmisi.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Perencanaan Pengembangan Jaringan Intranet Universitas Lampung Menggunakan Wireless Fidelity (Wi-Fi) (TE-12)

BAB I. PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Teknologi jaringan internet telah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. Seiring dengan perkembangan tersebut, maka perlu adanya pengembangan terhadap jaringan infrastruktur yang sudah ada, agar jaringan tersebut dapat dimanfaatkan dengan lebih maksimal.[1]

Selama ini Universitas Lampung (Unila) telah lahir sebagai salah satu Universitas yang menggunakan komputer yang terhubung dengan jaringan dan telah menjangkau setiap gedung, ruang kuliah, ruang kerja pegawai bahkan sampai pada tempat-tempat yang digunakan sebagai tempat pertemuan. Jaringan ini merupakan jaringan lokal yang menggunakan kawat tembaga yang berkecepatan 10-100 Mbps. Ditambah lagi untuk transfer data antar gedungnya yang menggunakan kecepatan cahaya karena mengunakan kabel fiber optik sebagai backbonenya.[2]


Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Universitas Lampung terus berbenah diri dalam upaya memberikan layanan berupa penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan terus dibangun, baik berupa gedung, laboratorium dan gedung administrasi. Bangunan tersebut sudah tentu dilengkapi dengan teknologi jaringan intranet untuk dapat terhubung dengan gedung-gedung lainnya yang terdapat di Universitas Lampung.

Bersamaan dengan perkembangan masyarakat dunia terhadap penggunaan jaringan intranet, bidang jaringan juga semakin berkembang dan beragam. Hal ini terlihat dengan jelas dengan inovasi berbagai media yang digunakan sebagai penghubung pada jaringan intranet. Media-media tersebut ada yang berupa media terbimbing (guided) seperti kawat tembaga, serat optik, hingga media tidak terbimbing (unguided) seperti penggunaan media gelombang radio. Inovasi ini tentunya dipacu oleh pesatnya kebutuhan-kebutuhan dalam pertukaran data dan informasi yang realtime, terlebih pada bidang pendidikan, industri dan kedokteran. Kini jaringan internet telah menjadi lahan bisnis dan pusat transaksi dari semua jenis produk dan jasa.

Namun setelah teknologi jaringan telah maju kearah yang lebih cepat timbul permasalahan baru, yaitu pada keterbatasan gerak, dimana semakin berkembangnya teknologi maka semakin dibutuhkan suatu jaringan yang efisien khususnya dalam hal waktu, jarak dan tempat dengan mobilitas yang tinggi. Sehingga dimanapun user berada, tidak lagi terhambat oleh masalah tidak adanya jaringan intranet ditempat itu. Dan jaringan yang paling cocok menjawab permasalahan ini adalah wireless networking.[3]

Jaringan wireless atau yang dikenal juga sebagai jaringan nirkabel adalah teknologi yang terdiri atas dua atau lebih komputer untuk dapat berkomunikasi dengan protokol jaringan yang standar digunakan, namun media penghantarnya adalah udara (tanpa kabel). Teknologi jaringan yang menggunakan media udara sebagai medianya disebut dengan wireless networking. Model jaringan wireless networking kini banyak diterapkan sebagai Wireless Local Area Network (WLAN). Teknologi ini semakin berkembang dengan pesat setelah dimunculkannya standar dari organisasi internasional berupa IEEE 802.11. Standar ini berupa solusi tentang penggunaan wireless LAN yang telah berkembang popularitasnya baik disisi bisnis maupun pendidikan.

Selain mobilitasnya yang tinggi teknologi dengan WLAN juga merupakan teknologi dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan teknologi kabel, mudah dalam pengembangan, tentunya mudah juga dalam perbaikan. Dengan demikian wireless LAN telah menjawab pertanyaan dan keterbatasan jaringan dengan kawat tembaga. Contohnya, untuk menjangkau tempat-tempat yang tidak dapat dikembangkan jaringan kabel seperti pada tempat parkir, kantin, asrama mahasiswa, perumahan dosen dan tempat lainnya yang lebih jauh dari gedung-gedung yang terdapat jaringan intranetnya.[3]

Karakteristik jaringan intranet Universitas Lampung yang selama ini diterapkan adalah dengan membagi masing-masing fakultas dalam kelompok-kelompok vlan. Tiap vlan terdiri atas IP address statis yang digunakan oleh masing-masing fakultas dan lembaga di lingkup jaringan intranet Universitas lampung. Dengan karakteristik tersebut Universitas Lampung juga dapat memanfaatkan teknologi jaringan dengan Wireless LAN, yaitu dengan mengkonvergensikan penggunaan LAN dengan kabel yang berbasis IP address statis dan wireless yang berbasiskan IP address dinamis sehingga terbentuk jaringan LAN Unila yang dapat melayani end-user dengan mobilitas tinggi.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Pengaruh Jenis Codec Dan Ketersediaan Bandwidth Terhadap Unjuk Kerja VOIP Menggunakan ITG PLANET VIP-000 Berbasis Protokol H.323 (TE-13)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi Internet yang sedemikian pesat telah memicu munculnya berbagai teknologi baru yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan manusia akan komunikasi yang lebih sempurna dari hari ke hari. Salah satu teknologi yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tersebut adalah teknologi Multimedia. Multimedia didefinisikan sebagai komunikasi yang menggunakan kombinasi antara berbagai media dan mungkin melibatkan Personal Computer (PC) didalamnya (Bandung, Hubbany, Hartanta: 2002). Multimedia sendiri merepresentasikan data dalam bentuk teks, voice, audio, video, musik, gambar, animasi, dll.


Voice yang merupakan bagian dari teknologi multimedia dalam perjalanannya mengalami banyak perkembangan diantaranya kita kenal dengan teknologi Voice Over Internet Protocol (VoIP). Secara umum VoIP didefinisikan sebagai suatu sistem yang menggunakan jaringan Internet untuk mengirimkan data paket suara dari satu tempat ke tempat lain menggunakan perantara protokol IP (tharom, purbo: 2001). Pada awal perkembangannya VoIP hanya dapat digunakan untuk komunikasi antar PC multimedia dengan kualitas rendah, namun seiring berjalannya waktu VoIP telah banyak dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk komunikasi antara PC dengan telepon biasa (PSTN/PABX) ataupun untuk komunikasi antar telepon (phone to phone).

Terdapat beberapa protocol yang menunjang teknologi VoIP diantaranya yaitu protocol H.323, SIP Server dan MGCP. VoIP merupakan teknologi yang real-time sehingga mudah sekali terjadi delay ataupun packet loss. VoIP sendiri terdiri dari beberapa coder-decoder (codec) yang membutuhkan bandwidth berbeda dalam setiap pengiriman paketnya dan mungkin saja kualitas layanan VoIP (dilihat dari delay, paket loss, dll) untuk masing-masing codec tersebut juga berbeda. Dengan menggunakan perangkat Internet Telephony Gateway (ITG) PLANET model VIP-000 yang berbasis protocol H.323 kita dapat melakukan komunikasi melalui jaringan VoIP dengan memakai codec yang terdapat didalamnya dan tentunya dengan kebutuhan bandwidth yang disesuaikan pula.

Namun pada kenyataannya, kebutuhan bandwidth masing-masing codec untuk pengiriman paket suara tersebut cukup besar, sehingga timbul berbagai persepsi bahwa teknologi VoIP boros bandwidth. Dari permasalahan tersebut maka muncul ide untuk mengamati performa VoIP jika disediakan bandwidth dengan kapasitas yang berbeda, mulai dengan bandwidth yang lebih besar dari kebutuhannya hingga bandwidth minimum yang harus dipenuhi agar komunikasi dapat berjalan dengan memperhatikan pula proses samplingnya.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Dukungan Xml Pada Pengembangan Perangkat Lunak Untuk Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Di Magister Teknologi Informasi (MTI) UGM (TE-11)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Teknologi internet semakin lama semakin berkembang. Kini boleh dikatakan hampir seluruh dunia terjangkau internet. Padahal, pada mulanya internet hanya digunakan di universitas-universitas tertentu dan lembaga-lembaga militer sebagai sarana komunikasi mereka.

Dampak dari perkembangan teknologi internet ini adalah lahirnya berbagai jenis bahasa pemrograman berbasis web seperti PHP, ASP, Java Applet, JSP, dan lain-lain. Meskipun banyak ragam bahasa pemrograman berbasis web, pada umumnya para pengembang (developer) masih menggunakan Hyper Text Markup Language (HTML) sebagai dasar pengembangan situs-situs internet. HTML sendiri merupakan sebuah revolusi penemuan karena dengannya kita dapat membuat data tampil dengan mudah di layar monitor, melalui internet.


Namun, dengan semakin meningkatnya jumlah data dan jumlah halaman dalam suatu website, masalah pengembangan dan reusability menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Kelemahan dari HTML adalah ia tidak bisa memisahkan antara isi, xaitu data yang ingin ditampilkan, dengan style, yaitu dengan cara apa kita hendak menampilkan data. Sehingga, suatu halaman web yang memuat banyak data dengan disain yang kompleks akan terlihat sangat ruwet, sehingga menyulitkan bila kita ingin mengembangkan dan memodifikasi halaman tersebut. Selain itu, HTML hanya bisa ditampilkan melalui browser komputer. Ia tidak bisa ditampilkan di Personal Digital Assistance (PDA), telepon genggam, dan peralatan bergerak lainnya.

Di tengah masalah pengembangan ini, lahir sebuah bahasa yang dinamakan eXtensible Markup Language (XML). XML mampu memisahkan antara data dengan style dari suatu halaman dengan memanfaatkan teknologi XSL (eXtensible Stylesheet Language). XML juga mampu bertindak sebagai suatu basis data sederhana yang sanggup menerima query dan menampilkan sesuai dengan query. Di samping itu, XML bukan merupakan bahasa yang vendor specific, artinya tidak terikat oleh suatu pengembang perangkat lunak atau bahasa tertentu seperti Sun Microsystem, Microsoft, dan Oracle. XML juga tidak memiliki tag-tag khusus yang hanya berlaku pada satu browser namun tidak berlaku untuk browser yang lainnya seperti yang terjadi pada HTML. Sifat ini membuat data yang ditulis dalam bentuk XML dapat dipertukarkan dengan mudah dengan tetap menjaga integritas data, dari satu platform ke berbagai macam platform lainnya. Keunggulan ini membuat banyak pengembang software berbasis web beralih ke XML untuk menggantikan HTML, meskipun dalam masa transisi kehadiran HTML masih sangat diperlukan, sehingga para developer mengembangkan suatu bahasa markup kombinasi antara XML dan HTML yang bernama XHTML.

Berdasar penemuan baru ini, yaitu XML, maka penulis berusaha menyelidiki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahannya dengan menerapkan XML pada salah satu bagian dari sistem distance learning yang dirancang oleh tim mahasiswa di bawah bimbingan Bapak Teguh Barata Adji, yaitu bagian pencarian data.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Perancangan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Web Di Magister Teknologi Informasi UGM (TE-9)

Bab I
Pendahuluan


Bab pendahuluan ini berisikan latar belakang, tujuan, perumusan masalah, batasan masalah, dan sistematika dari tugas akhir.

1.1. Latar Belakang Masalah
Internet merupakan sebuah revolusi dalam perkembangan teknologi digital yang ditandai dengan terjadinya konvergensi antara teknologi komunikasi, komputer, dan penyiaran (broadcasting) menjadi sebuah teknologi informasi. Internet menjadi jaringan informasi dan komunikasi global pada masa kini.

Jaringan internet telah menjadi kebutuhan semua orang. Implikasi perkembangan teknologi ini juga mempengaruhi kehidupan sosial. Internet yang awalnya sebagai media pertukaran data sekarang menjadi tempat belajar, berbelanja, bermain, bergaul, dan lain sebagainya. World Wide Web (WWW) menyediakan suatu sarana yang dapat diakses secara global dengan meninggalkan batasan konvensional. Kenyataan inilah yang membuat dunia pendidikan untuk membuat sebuah sistem pendidikan berbasis pada internet agar dapat menjangkau pengguna yang selama ini memiliki kendala teknis geografis dan juga kendala waktu.


Magister Teknologi Informasi (MTI) Universitas Gadjah Mada sebagai institusi pendidikan yang ternama di Indonesia sudah memiliki suatu jaringan global yang terkoneksi dengan internet. Layanan yang diberikan adalah www, e-mail, dan transfer file (FTP). Hal ini memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan aplikasi berbasis web. Konsep pembelajaran jarak jauh yang lebih dikenal dengan Distance Learning menggunakan layanan World Wide Web (www) untuk mendistribusikan informasi yang berkaitan dengan pembelajaran. Sistem ini juga membentuk sebuah komunitas dimana terjadi proses transfer dan berbagi pengetahuan baik dalam satu komunitas maupun antar komunitas sehingga akan mempercepat terbentuknya sebuah masyarakat yang belajar (Learning Society).

Sebagai bentuk dari perkembangan teknologi yang masih baru, maka dalam penerapannya diperlukan suatu pengkajian dan penelitian yang menyeluruh mencakup aspek-aspek yang ada. Dengan mengintegrasikan berbagai layanan yang tersedia di internet maka pada tugas akhir ini dibuat sebuah sistem pembelajaran jarak jauh yang terkomputerisasi dengan berbasis web. Diharapkan suatu saat nanti dapat menjadi kajian bagi MTI untuk mengembangkan lebih lanjut.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Perangkat Lunak Penterjemah Bahasa Indonesia-Inggris Menggunakan Pencocokan Tata Bahasa Bagi Pelajar Tingkat Dasar (TE-10)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan potensi alam dan sumber daya manusia yang unggul. Untuk mengembangkan potensi alamiah dan sumber daya manusia diperlukan sarana diantaranya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus diambil dari dunia luar karena terbatasnya sarana di Indonesia. 

Sarana penting untuk transfer ilmu dan teknologi dari bangsa-bangsa lain adalah mempelajari bahasa mereka. Karena bahasa yang digunakan secara internasional saat ini adalah bahasa Inggris, maka diperlukan usaha sejak dini untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada generasi muda Indonesia secara umum dan khususnya untuk pelajar tingkat dasar.

Selama ini pelajar tingkat dasar Indonesia banyak yang belajar bahasa Inggris melalui media cetak atau dari guru bahasa di sekolah-sekolah. Masih jarang sekali sarana belajar bahasa Inggris tingkat dasar yang memanfaatkan teknologi komputer.


Karena tantangan itulah salah satu cara untuk mengatasinya dibuat sebuah perangkat lunak penterjemah bahasa untuk pelajar tingkat dasar di Indonesia. Dengan belajar menterjemahkan kalimat bahasa Indonesia ke bahasa Inggris pengguna akan mengetahui arti kalimat bahasa Indonesia dalam bahasa Inggris sekaligus membandingkan tata bahasa Inggris dengan tata bahasa Indonesia. Software yang akan digunakan adalah Visual Basic 6.0

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Analisis Tiga Metode Ekstraksi Ciri Pada Pola Tanda Tangan (Perangkat Lunak) (TE-6)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Akhir-akhir ini pengenalan pola (pattern recognition) banyak diimplementasikan di dunia industri ataupun instansi, seperti automated capture dari sinyal dan gambar untuk keperluan identifikasi. 

Banyak sekali metode ekstraksi ciri yang dapat diaplikasikan untuk pengenalan pola. Dalam proyek akhir ini dilakukan suatu perbandingan beberapa metode ekstraksi ciri untuk mendapatkan hasil verifikasi pola tanda tangan yang paling akurat. Metode yang akan dibandingkan adalah metode vektor kuantisasi, DFT 2D, dan DCT 2D. 


Metode vektor kuantisasi yang digunakan adalah dengan mengambil sampel satu pola tanda tangan. Lalu dicari nilai rata-rata fitur pola input tersebut, dan data tersebut dijadikan sebagai pembanding pada proses verifikasinya. Untuk metode DFT, memiliki sifat yang tidak berpengaruh terhadap pergeseran karena pada bagian citra hanya diambil bagian magnitudenya.

Berbeda dengan Discrete Fourier Transform (DFT) yang hasilnya berupa
variabel kompleks dengan bagian real dan imaginer, maka hasil Discrete Cosine Transform (DCT) hanya berupa real tanpa imaginer. Selanjutnya dilakukan pencocokan nilai yang telah didapatkan dari masing-masing metode. Sehingga nantinya diharapkan dapat menemukan metode yang tepat untuk diambil ekstraksi cirinya. Kemudian masing-masing metode ekstraksi ciri dikirimkan ke ATMega16L untuk pemrosesan identifikasi pola tanda tangan, sehingga dapat diketahui pula metode yang tepat bila diimplementasikan ke sebuah perangkat keras.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000) Sebagai Layanan Komunikasi Bergerak Generasi Ketiga (TE-8)

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Pemilihan Judul
Sekarang ini kebutuhan untuk berkomunikasi menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan bagi setiap orang. Kebutuhan akan pelayanan telekomunikasi akan semakin meningkat dikarenakan tuntutan kebutuhan pengguna dimasa depan yang semakin meningkat pula, namun yang pasti kebutuhan fasilitas suara masih merupakan kebutuhan yang utama bagi para pengguna jasa telekomunikasi.

Sistem komunikasi bergerak diyakini akan memegang peranan yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi. Karena dengan sambungan telepon tanpa kabel (wireless) akan semakin mempermudah seseorang untuk berkomunikasi kapan saja dan dimana saja.


Untuk dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pengguna dimasa yang akan datang yang semakin berkembang, diperlukan sebuah standar global dalam bidang komunikasi bergerak. Saat ini spesifikasi dan standar bagi generasi ketiga dari teknologi wireless dikenal sebagai International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000).
Sebagai sistem komunikasi bergerak generasi ketiga (3G), kata “IMT-2000” memiliki tiga makna kata yang mengandung arti, yaitu: pertama, standar telekomunikasi bergerak ini akan diresmikan pada sekitar tahun 2000, yang kedua standar ini akan memiliki kecepatan 2000 Kbps atau 2Mbps, dan yang ketiga akan beroperasi pada frekuensi 2000 MHz. Kecepatan sebesar itu mutlak dibutuhkan di masa mendatang yang merupakan era multimedia.

IMT-2000 merupakan sistem komunikasi bergerak (mobile communication System) generasi ketiga (3G) yang dirancang untuk menyediakan layanan global, kapabilitas layanan yang beragam dan perbaikan performance secara signifikan. Teknologi ini akan mengintegrasikan pager, telepon selular, dan sistem komunikasi bergerak dengan satelit (mobile satellite system), selain itu diharapkan dengan IMT-2000 nanti pengguna akan dapat di akses secara global dengan nomor yang sama dimanapun di berada. Oleh karena itu, IMT-2000 dapat dikatakan sebagai dasar bagi akses komunikasi global yang terintegrasi.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

ANALISA TRAFIK DAN PERFORMANSI PADA JARINGAN TELEKOMUNIKASI BERBASIS TEKNOLOGI GSM (TE-05)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Sekarang ini hampir semua instrumen telekomunikasi bergerak menggunakan teknologi yang berbasis selluler. Sistem Telekomunikasi bergerak berbasis selluler menawarkan kelebihan dibandingkan dengan Sistem Wireline (jaringan kabel), yaitu mobilitas sehingga pengguna dapat bergerak kemanapun selama masih dalam cakupan layanan Operator.

Tetapi dalam penerapannya sistem ini juga memiliki keterbatasan – keterbatasan diantaranya terbatasnya kanal pembicaraan seiring dengan banyaknya jumlah pelanggan teknologi komunikasi seluler, sehingga mengakibatkan apa yang disebut dengan block call yang pada tahun baru kemarin terjadi pada jaringan milik PT Telkomsel. Selain itu masalah penerimaan sinyal RF (Radio Frekuensi) juga menjadi faktor yang sangat penting dalam sistem komunikasi Wireless. Rendahnya kualitas level sinyal penerima ini yang mengakibatkan sering terjadinya kegagalan proses panggilan atau biasa yang disebut dengan Drop call.

Oleh karena itu perlu dilakukan proses monitoring dan analisa yang berkelanjutan guna memantau kinerja sistem ini. Dari analisa trafik tersebut dapat dilihat letak permasalahan yang mengakibatkan buruknya performansi suatu jaringan Telekomunikasi.


1.2. Batasan Masalah
1. Laporan Tugas Akhir ini hanya membatasi permasalahan tentang Trafik dalam sistim telekomunikasi selluler.
2. Mengatasi permasalahan yang terjadi dalam jaringan komunikasi khususnya dalam hal penerimaan radio frekuensi.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Aplikasi Webserver Berbasis Mikrokontroler Atmel Atmega32 (TE-7)

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah
Akhir-akhir ini web/internet berkembang dengan pesat. Webserver merupakan suatu kebutuhan mutlak di dunia teknologi informasi sekarang ini. Salah satu fungsi utamanya adalah menyediakan layanan web yang mampu memberikan informasi tertentu kepada penggunanya. Bahasa yang masih sering digunakan dalam mengimplementasikan web adalah HTML (Hyper Text Markup Language).


Mikrokontroler merupakan miniatur komputer dengan teknologi baru yang banyak dikembangkan. Banyak aplikasi-aplikasi baru menggunakan mikrokontroler sebagai basisnya. Atmel, salah satu perusahaan pembuat mikrokontroler terbesar, menciptakan mikrokontroler baru yang lebih canggih daripada generasi sebelumnya. Mikrokontroler tersebut adalah mikrokontroler jenis AVR. Salah satu contohnya adalah mikrokontroler atmel atmega32. Mikrokontroler ini memiliki banyak keunggulan, antara lain mempunyai kecepatan eksekusi yang lebih cepat dari mikrokontroler versi sebelumnya dan memiliki kapasitas memori yang lebih besar dari versi yang sebelumnya.

Biasanya, webserver dibuat pada suatu perangkat komputer dengan harga yang relatif mahal baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Padahal, tidak semua sumber daya pada komputer tersebut dapat digunakan secara maksimal. Sedangkan saat ini teknologi mikrokontroler semakin berkembang dengan harga yang jauh lebih murah dari harga seperangkat komputer. Dengan ini akan jauh lebih ekonomis jika membuat webserver dengan menggunakan mikrokontroler sebagai basisnya.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dalam tugas akhir ini masalah yang dirumuskan adalah pembuatan webserver sederhana menggunakan mikrokontroler atmel atmega32.

1.3 Batasan Masalah
Rumusan masalah di atas memiliki cakupan yang luas, oleh karena itu diperlukan pembatasan masalah dalam tulisan ini. Batasan masalah tersebut adalah:
1. Aplikasi webserver yang dikembangkan berbasis mikrokontroler atmel atmega32.
2. Webserver hanya mendukung bahasa pemrograman HTML (Hyper Text Markup Language).
3. Mikrokontroler yang digunakan untuk membuat webserver memakai bahasa basic.
4. Tidak membahas faktor keamanan webserver.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

APLIKASI PERMAINAN RANGKAI HURUF (TE-03)

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Pemilihan Judul
Sekarang ini kebutuhan untuk berkomunikasi menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan bagi setiap orang. Kebutuhan akan pelayanan telekomunikasi akan semakin meningkat dikarenakan tuntutan kebutuhan pengguna dimasa depan yang semakin meningkat pula, namun yang pasti kebutuhan fasilitas suara masih merupakan kebutuhan yang utama bagi para pengguna jasa telekomunikasi.


Sistem komunikasi bergerak diyakini akan memegang peranan yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi. Karena dengan sambungan telepon tanpa kabel (wireless) akan semakin mempermudah seseorang untuk berkomunikasi kapan saja dan dimana saja.

Untuk dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pengguna dimasa yang akan datang yang semakin berkembang, diperlukan sebuah standar global dalam bidang komunikasi bergerak. Saat ini spesifikasi dan standar bagi generasi ketiga dari teknologi wireless dikenal sebagai International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000).


Sebagai sistem komunikasi bergerak generasi ketiga (3G), kata “IMT-2000” memiliki tiga makna kata yang mengandung arti, yaitu: pertama, standar telekomunikasi bergerak ini akan diresmikan pada sekitar tahun 2000, yang kedua standar ini akan memiliki kecepatan 2000 Kbps atau 2Mbps, dan yang ketiga akan beroperasi pada frekuensi 2000 MHz. Kecepatan sebesar itu mutlak dibutuhkan di masa mendatang yang merupakan era multimedia.

IMT-2000 merupakan sistem komunikasi bergerak (mobile communication System) generasi ketiga (3G) yang dirancang untuk menyediakan layanan global, kapabilitas layanan yang beragam dan perbaikan performance secara signifikan. Teknologi ini akan mengintegrasikan pager, telepon selular, dan sistem komunikasi bergerak dengan satelit (mobile satellite system), selain itu diharapkan dengan IMT-2000 nanti pengguna akan dapat di akses secara global dengan nomor yang sama dimanapun di berada. Oleh karena itu, IMT-2000 dapat dikatakan sebagai dasar bagi akses komunikasi global yang terintegrasi.

I.2. Tujuan Penulisan
Tujuan yang hendak dicapai pada penulisan tugas akhir ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui tentang spesifikasi dan standarisasi dari sistem komunikasi bergerak generasi ketiga IMT-2000. Serta keunggulan dan kekurangan sistem ini dalam segi teknisnya.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

TENTANG TEGANGAN PEMULIHAN PADA KONTAK SUATU PEMUTUS DAYA TEGANGAN TINGGI UNTUK BEBERAPA JENIS KARAKTERISTIK RANGKAIN (TE-04)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pada akhir abad ke-19 sistem tenaga listrik dibumikan. Hal ini dapat dimengerti karenapada waktu itu sitem-sistem tenaga listrik masih kecil, jadi bila ada gangguan kawat bumi arus gangguan masih kecil (± 5 A). Pada umumnya bila arus gangguan itu sebesar 5A atau lebih kecil busur listrik yang timbul pada kontak-kontak antara kawat yang terganggu dan bumi masih dapat padam sendiri (Self Extinguishng). Tetapi sistem-sistem tenaga itu makin lama makin besat\r baik panjangnya maupuan tenaganya. Dengan demikian arus yang timbul bila terjadi lagi gejala-gejala “Arching Grounds” semakin menonjol. Gejalan ini sangat berbahaya karena akan menimbulkan tegangan lebih transient yang dapat merusak alat-alat.


Oleh karena itu mulai abad-20, pada saat sistem-sistem tenaga mulai besar sistim-sistem itu tidak lagi dibiarkan terisolasi (Isolated) yang dinamakan system delta tetapi titik netral system itu dibumikan mulalui tahanan atau reaktansi. Pembumian itu umunya dilakukan dengan menghubungkan netral transformator ke bumi.
Pada umumnya di Indonesia, memakain jaringan transmisi tegangan tinggi. Indonesia yang terletak pada daerah khatulistiwa, jumlah hari guruh sangat tinggi. Di pulau Jawa jumlah hari buruh berkisar antara 90 – 200an. Sumber ganguan yang paling besar disalurakan transmisi adalah gangguan sambaran kilat dan kemudian menyusul kaarena gangguan alam lainnya.


1.2 Tujuan Penelitian/Penulis
Tujuan dari skripsi ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang jelas m di engenai perhitungan pelindungan pada jaringan transmisi tegangan tinggi. Dan pada gilirannya penulis ini juga untuk memenuhi syarat kelulusan/pencapaian gelar sarjana.

1.3 Batasan Masalah
Penulisan hanya ingin membicarakan mengenai pengaman pendukung jaringan transmisi tegangan tinggi seperti pembumian untuk penyaluran daya yang berlebih akibat yang ditimbulkan sambaranpetir mengenai kawat tanah udara (Overhead Ground Wire) sebagai pelindung(Shielding) jaringan transmisi tegangan tinggi.

Penggunaan kawat tanah ditujukan untuk pengaman mengenai kawat fasa. Disini kawat tanah berfungsi sebagai pelindung (Shielding), energi sambaran kilat akan dialirkan kedalam bumi melalui tiang atau menara yang dibumikan setelah lebih dahulu ditangkap oleh kawat tanah tersebut.

Kita telah mengetahui bahwa kilat merupakan aspek gangguan yang berbahaya terhadap seluran transmisi yang menggagalkan keandalan dan keamanan sistem tenaga dan tak mungkin dihindarkan, sedangkan alat-alat pengaman seperti : Arester, Fuse Gap dan Rodgap terbatas kemampuannya maka untuk mengurangi akibat yang di timbulkan sambaran petir digunkanla kawat tanah udara (Overhead Ground Wire) sehigga koordinasi isolasi akan lebih ekonomis.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

PERANCANGAN ALAT PENGATUR INTENSITAS CAHAYA DENGAN KENDALI JARAK JAUH UNTUK LAMPU PIJAR (TE-02)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Lampu merupakan salah satu komponen penting dalam penerangan di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Lampu memberikan manfaat yang sangat besar khususnya pada malam hari. Teknologi lampu dalam memberikan pencahayaan saat ini telah banyak membantu aktifitas masyarakat dalam melakukan pekerjaannya sehari – hari.


Karena peranan lampu sangat penting, maka banyak industri – industri menciptakan berbagai macam produk dan merk lampu dari yang murah sampai yang mahal. Lampu – lampu yang sering digunakan saat ini adalah lampu neon dan lampu pijar. Pada lampu neon daya yang dikeluarkan kecil tetapi memberikan intensitas yang besar. Sedangkan lampu pijar cahaya yang dihasilkan sesuai dengan daya yang dikeluarkan lampu.

Dalam tugas akhir ini lebih difokuskan pada penggunaan lampu pijar, karena selain memberikan cahaya, lampu pijar juga dapat di atur besar kecil daya dan intensitas cahayanya dengan merubah arus yang mengalir ke lampu.

Dengan paparan diatas penulis ingin membuat alat yang dapat mengatur intensitas cahaya dengan merubah arusnya. Pembuatan alat ini adalah pengembangan dari rangkaian lampu dimmer yang dapat merubah intensitas cahaya lampu pijar yang dioperasikan secara manual. Pada tugas akhir ini penulis akan merancang alat pengatur intensitas cahaya yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Alat yang dimaksud adalah “Sistem Kendali Intensitas Cahaya Jarak Jauh Untuk Lampu Pijar”

Adapun keunggulan dari penggunaan remote kontrol ini adalah pengoperasiannya bisa dilakukan dari jarak jauh dan penggunaannya lebih praktis. Kekurangan dari penggunaan remote kontrol ini perubahan nilai resistansi yang di berikan menggunakan sistem diskrit atau bertahap dan biaya yang mahal. Sedangkan pada rangkaian lampu dimmer keunggulannya selain biaya yang murah lampu dimmer ini memberikan perubahan nilai resistansi diatur dengan sistem kontinyu.

B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka permasalahan yang timbul yaitu,”Bagaimana merancang dan membuat alat sistem kendali intensitas cahaya yang dapay dikendalikan dari jarak jauh untuk lampu pijar”.

C. PEMBATASAN MASALAH
Agar lebih terfokus dan mencapai tujuan yang diinginkan, pembahasan ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut, yaitu :
• Alat kendali ini hanya digunakan pada lampu pijar
• Daya maksimal lampu yang digunakan sebesar 100 watt
• Sensor yang digunakan adalah sensor IR (Infra Red/Infra Merah)
• Pengoperasian alat dengan sistem diskrit atau bertahap
• Perubahan nilai resistansinya ada 10 tahapan
• Frekuensi yang digunakan 38 Khz – 40 Khz.
• Biaya tidak dibahas dalam perancangan ini.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

STUDI STABILITAS TRANSIENT SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN METODE KRITERIA LUAS SAMA MENGGUNAKAN MATLAB (TE-01)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Listrik adalah bentuk energi sekunder yang paling praktis penggunaanya oleh manusia, dimana listrik dihasilkan dari proses konversi energi sumber primer seperti batubara, minyak bumi, gas, panas bumi, potensial air dan energi angin.


Kebutuhan listrik di masyarakat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pemanfaatan tenaga listrik pada peralatan-peralatan rumah tangga, kantor dan sebagainya, sehingga pasokan listrik harus ditambah yakni dengan pembangunan pembangkit listrik baru.

Selain tersedianya pembangkitan yang cukup, hal lain yang juga harus ditentukan adalah apakah kondisi transient jika terjadi gangguan akan mengganggu operasi normal sistem atau tidak. Hal ini akan berhubungan dengan kualitas listrik yang sampai ke konsumen berupa kestabilan frekuensi dan tegangan.

Sistem tenaga listrik yang baik adalah sistem tenaga yang dapat melayani beban secara kontinyu tegangan dan frekuensi yang konstan. Fluktuasi tegangan dan frekuensi yang terjadi harus berada pada batas toleransi yang diizinkan agar peralatan listrik konsumen dapat bekerja dengan baik dan aman. Kondisi sistem yang benar-benar mantap sebenarnya tidak pernah ada. Perubahan beban selalu terjadi dalam sistem. Penyesuaian oleh pembangkit akan dilakukan melalui gevernor dari penggerak mula dan eksitasi generator.

Perubahan kondisi sistem yang seketika, biasanya terjadi akibat adanya gangguan hubung singkat pada sistem tenaga listrik, dan pelepasan atau penambahan beban yang benar secara tiba-tiba. Akibat adanya perubahan kondisi kerja dari sistem ini, maka keadaan sistem akan berubah dari keadaan lama ke keadaan baru. Periode singkat di antara kedua keadaan tersebut disebut periode paralihan atau transient. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis sistem tenaga listrik untuk menentukan apakah sistem tersebut stabil atau tidak, jika terjadi gangguan. Stabilitas transient didasarkan pada kondisi kestabilan ayunan pertama (first swing) dengan periode waktu penyelidikan pada detik pertama terjadi gangguan.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan kestabilan suatu sistem tenaga listrik apabila mengalami gangguan adalah metode kriteria luas sama. Walaupun metode ini tidak dapat dipergunakan untuk sistem multimesin namun sangatlah membantu untuk memahami faktor-faktor dasar yang mempengaruhi stabilitas transient sistem tenaga listrik.

Metode kriteria luas sama (Equal Area Criterion, EAC) merupakan contoh metode langsung untuk memperoleh waktu pemutusan kritis (Critical Clearing time), yang mana hanya terbatas untuk satu mesin saja dengan bus infinite (Singgle Machine Infinite Bus, SMIB). Kurva ayunan merupakan alat elevasi suatu kestabilan sistem yang digunakan kestabilan-kestabilan transient sistem tenaga lisrik.

Alat bantu dalam studi analisa sistem tenaga listrik adalah komputer, karena peranan komputer dalam Analisis Sistem Tenaga mempunyai keuntungan diantaranya fleksibel (dapat digunakan untuk menganalisis hampir semua persoalan), teliti, cepat dan ekonomis. Software komputer yang digunakan adalah Matlab, karena Matlab merupakan bahasa canggih untuk komputasi teknik. Dan Matlab merupakan integrasi dari komputasi, visualisasi dan pemrograman dalam suatu lingkungan yang mudah digunakan, karena permasalahan dan pemecahannya dinyatakan dalam notasi matematika biasa.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dapat dikemukakan dalam studi ini adalah:
1. Bagaimana meenggunakan metode kriteria luas sama untuk menentukan kestabilan sistem tenaga listrik dalam keadaan peralihan (transient).
2. Berapa besarnya sudut pemutus kritis (Critical Clearing Angle) untuk menentukan kestabilan Sistem Tenaga Listrik dalam keadaan peralihan (tansient).
3. Berapa besarnya waktu pemutus kritis (Critical Clearing Time) untuk menentukan kestabilan Sistem Tenaga Listrik dalam keadaan peralihan (tansient).

C. Tujuan Penelitian
Tujuan studi ialah untuk menentukan apakah suatu sistem akan tetap dalam keadaan stabil setelah terjadi gangguan, bagaimana mempertahankan stabilitas transient pada sistem tenaga listrik akibat gangguan tiga fasa. Tujuan dari penelitian ini di jabarkan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui cara menggunakan metode kriteria luas sama untuk menentukan kestabilan sistem tenaga listrik dalam keadaan peralihan (transient).
2. Untuk memperoleh nilai besarnya sudut pemutus kritis (Critical Clearing Angle) untuk menentukan kestabilan Sistem Tenaga Listrik dalam keadaan peralihan (transient).
3. Untuk memperoleh nilai besarnya waktu pemutus kritis (Critical Clearing Time) untuk menentukan kestabilan Sistem Tenaga Listrik dalam keadaan peralihan (transient).

D. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu telaah tentang studi stabilitas yang disebabkan gangguan berat pada sistem tenaga listrik sehingga dapat menyebabkan ketidakstabilan sistem.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini