Pages

Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2015

ATRIBUT-ATRIBUT SWALAYAN YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PT. HERO SUPERMARKET, Tbk (PM-01)

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju dan berkembang pesat khususnya di kota-kota besar, telah terjadi perubahan diberbagai sektor, termasuk dibidang industri dan produksi serta pada kegiatan eceran di Indonesia yang telah berkembang menjadi usaha yang berskala besar. Perkembangan bisnis eceran yang pesat ini tidak lepas dari faktor meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan juga meningkatkan jumlah pendapatan perkapita penduduk Indonesia yang menyebabkan taraf hidup masyarakat Indonesia semakin meningkat. Hal ini membawa dampak kepada pola perilaku belanja seseorang, dimana semakin meningkatnya taraf hidup seseorang maka tuntutan akan tempat berbelanja yang nyaman dan dapat menyediakan segala kebutuhan konsumen dalam satu lokasi semakin dibutuhkan.

Perkembangan yang terus menerus berlangsung dalam perdagangan eceran ini menunjukkan bahwa perdagangan eceran bersifat dinamis. Hal ini terjadi tidak lain karena perdagangan eceran ingin selalu berusaha memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (perdagangannya). Bentuk usaha eceran yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah : supermarket (pasar swalayan).

Dewasa ini perkembangan pasar swalayan di tanah air, tampak cukup pesat. Hampir di setiap ibukota propinsi dan kota-kota besar lainnya bermunculan pasar swalayan dengan berbagai fasilitas dan pelayanan yang semakin lengkap. Pasar swalayan sebagai ujung tombak pemasaran akan terus bertambah, dan yang sudah ada terus dikembangkan hingga menjadi superstore yaitu pasar swalayan yang menyediakan kebutuhan masyarakat yang selengkap-lengkapnya.

Namun disadari usaha pasar swalayan tak ubahnya seperti usaha-usaha lainnya yang didalam usahanya meningkatkan penjualan juga diliputi oleh persaingan. Dalam situasi persaingan setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh suatu pasar swalayan dengan maksud untuk menandingi atau mengambil kesempatan yang ada. Timbulnya keadaan seperti itu menandakan bahwa manajer atau pengusaha semakin menyadari pentingnya mempertahankan dan memperluas pasar untuk kesinambungannya. Pada dasarnya keberhasilan usaha dibidang retail ini berada pada pengadaan barang, baik secara kuantitas maupun kualitas, serta harga yang rendah guna meningkatkan jumlah kunjungan.
Untuk menghadapi persaingan ini dan agar tetap ramai dikunjungi konsumen, maka supermarket harus melakukan berbagai jenis upaya dalam kegiatan pemasarannya agar menarik dan sesuai dimata konsumen. Oleh karena itu, pihak swalayan harus tanggap terhadap atribut-atribut apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam memilih suatu swalayan, karena pada saat ini konsumen sudah semakin kritis terhadap kemampuan suatu swalayan dalam menarik pembelinya untuk berbelanja di suatu swalayan.

1. 2. Pembatasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada PT. Hero Supermarket Tbk yang berada didaerah Gatot Subroto.

1. 3. Perumusan Masalah
Dari uraian diatas, maka permasalahannya adalah sebagai berikut :
Atribut-atribut swalayan apa saja mempengaruhi konsumen dalam memilih PT. Hero Supermarket Tbk ?

1. 4. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi atribut-atribut swalayan yang mempengaruhi konsumen dalam memilih PT. Hero Supermarket Tbk.

Adapun kegunaan penelitian ini adalah :
1. Sebagai masukan yang lebih baik kepada perusahaan dalam menentukan kebijaksanaan perusahaan selanjutnya.
2. Sebagai bahan perbandingan dan informasi bagi penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan penelitian ini.




Judul : ATRIBUT-ATRIBUT SWALAYAN YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PT. HERO SUPERMARKET, Tbk  (PM-01)


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Minggu, 22 November 2015

Pengaruh Implementasi Relationship Marketing Terhadap Customer Loyalty Pada Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Mattoangin (PM-53)



Perubahan dalam dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan perusahaan untuk merespon perubahan yang terjadi, problem sentral yang dihadapi perusahaan-perusahaan saat ini adalah bagaimana perusahaan tersebut menarik pelanggan dan mempertahankanya agar perusahaan tersebut dapat bertahan dan berkembang, tujuan tersebut akan tercapai jika perusahaan melakukan proses pemasaran.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, tetapi dalam pemasaran modern seperti ini paragdima pemasaran telah bergeser, tidak hanya menciptakan transakasi untuk mencapai keberhasilan pemasaran tetapi perusahaan juga harus menjalin hubungan dengan pelanggan dalam waktu yang panjang. Paragdima tersebut disebut relationship marketing dasar pemikiran dalam praktek pemasaran ini adalah, membina hubungan yang lebih dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah dengan mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan (Chan S, 2003).
Relationship marketing mampu memperdayakan kekuatan keinginan pelanggan dengan tekanan teknologi informasi untuk memberikan kepuasan pada pelanggan. Cakupannya meliputi tuntutan manajemen mutu terpadu secara global untuk menghadapi kebutuhan bisnis pelanggan dengan lebih agresif. Strategi bisnis difokuskan pada kelanggengan dan pemuasan pelanggan serta bekerja untuk mengantisipasi kebutuhan serta penyesuaian hasil produk.
Salah satu indikator yang cukup handal untuk kelangsungan hidup dan keuntungan dari suatu proses bisnis adalah kelanjutan dari kepuasan pelanggan. Diperkirakan untuk menarik satu pelanggan baru diperlukan biaya mulai dari lima sampai lima belas kali, dibandingkan dengan menjaga hubungan dengan satu pelanggan lama.
Pada dasarnya relationship marketing adalah hubungan dan ikatan jangka panjang antara produsen, konsumen dan pemasok serta pelaku lainnya. Esensi relationship marketing paling tidak menyangkut hubungan yang langgeng dan pertukaran yang terus menerus dan dituntut untuk saling kepercayaan dan ketergantungan. Sehingga dalam konsep relationship marketing, pemasar sangat menekankan pentingnya hubungan baik jangka panjang dengan konsumen dan infrastruktur pemasaran, yang dapat menciptakan kesadaran dalam bentuk hubungan dan komitmen yang menyeluruh.

Relationship marketing diartikan sebagai menarik, memelihara dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan (Berry, 1995 dalam Wibowo S, 2006). Relationship marketinglebih merupakan pendekatan bersifat jangka panjang, dimana hal ini berbeda dengan pendekatan pemasaran transaksional yang lebih berorientasi jangka pendek. Tujuan dari pemasaran transaksional adalah untuk mendapatkan pelanggan semata, sedangkan tujuan dari relationship marketing adalah untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan.
Relationship marketing biasanya lebih sering digunakan dalam perusahaan jasa, sedangkan pemasaran transaksional lebih aplikatif dan sesuai untuk pemasaran bagi perusahaan yang menghasilkan produk manufaktur (Gronroos, 1995 dalam Wibowo S, 2006). Penelitian ini memfokuskan pada implementasi proses relationship marketingpada perusahaan perbankan, karena perbankan merupakan salah satu penyedia jasa yang menerapkan adanya keramahtamahan dalam hubungan dengan konsumen.
Alasan yang mendasari topik penelitian ini adalah bahwa setiap perusahaan jasa dalam mempertahankan konsumenya, perusahaan harus mampu menjalin hubungan yang baik. Relationship marketing merupakan strategi yang dapat diimplementasikan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut. Dan penelitian yang berkaitan dengan relationship marketing pada perusahaan perbankan belum banyak dilakukan. Penelitian ini memfokuskan pada implementasi proses relationship marketing pada suatu perusahaan jasa yaitu PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Utama Mattoangin.
PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa dimana pelanggannya memiliki kebutuhan jangka panjang ,dengan kondisi tersebut PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. ini menyadari pentingnya konsep relationship marketing. Hal tersebut diwujudkanya dengan menerapkan relationship marketing pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.. Konsep ini mengharapkan adanya inovasi dan peningkatan fasilitas agar dapat menciptakan loyalitas konsumen terhadap PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. sehingga tercipta hubungan jangka panjang yang harmonis antara perusahaan dan konsumen.
PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.  merupakan salah satu perusahaan yang bekerja dalam bidang profitatau sifatnya mencari keuntungan. PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.  adalah perbankan yang mempunyai cabang maupun unit di hampir seluruh pelosok Indonesia. Relationship Marketing di PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Utama Mattoangin menarik diteliti karena bank ini adalah cabang yang mempunyai unit, dimana bank ini memfokuskan pada keuntungan atau menjaga agar nasabah tetap dipuaskan dengan pelayanan dari PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.. Dalam proses pemasaran di PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., benar-benar melibatkan nasabah.  
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Implementasi Relationship Marketing Terhadap Customer Loyalty pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Utama Mattoangin Makassar”.


Judul : Pengaruh Implementasi Relationship Marketing Terhadap Customer Loyalty Pada Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Mattoangin (PM-53)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

 

Penggunaan Media Online Dalam Pemasaran Perahu Phinisi Di Kalangan Pengrajin Perahu Di Kabupaten Bulukumba (PM-45)



Ilmu komunikasi dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan dan semakin canggih dalam beberapa aspek. Hal ini mendorong berbagai kalangan dalam masyarakat untuk meningkatkan potensi yang dimiliki dalam berbagai aspek pula. Persaingan pun merebak kemana-mana, mulai dari persaingan sosial hingga usaha, termasuk dalam hal perdagangan. Dalam hal ini kemudahan berkomunikasi menjadi salah satu faktor yang sangat diperlukan untuk mengembangkan semua itu. Kumunikasi dapat menghubungkan apapun yang akan dilakukan manusia terhadap manusia lainnya. Menurut Harold D. Lasswell dalam Cangara (2010: 19) mengatakan tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “Siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya’. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan sarana penghubung yang sangat dibutuhkan dalam interaksi sosial masyarakat, termasuk dalam hal perdagangan.

 
Dalam perdagangan, komunikasi sangat sering dilakukan atau dibutuhkan dalam hal pemasaran. Dalam hal ini, keinginan produsen untuk mendistribusikan produk mereka memerlukan keterampilan, kemudahan, kecepatan dan keefisienan waktu untuk melaksanakannya. Artinya, alat komunikasi yang tepat dan canggih sangat diperlukan agar produk-produk dapat terpromo dan terdistribusi seluas mungkin.
Jarak yang jauh dari daerah ke daerah lain tak memungkinkan produsen mendistribusikan atau memasarkan apa yang telah mereka produksi, maka dengan itu media transportasi darat bahkan udara tidak cukup efektif lagi untuk selalu diandalkan dalam sistem pemasaran. Dalam situasi sperti ini, diperlukan media online untuk memudahkan semua itu, karena dengan media online orang dapat membuka atau mengakses kapanpun mereka mau. Jadi tiap kali ada produksi baru dapat langsung diupdate untuk disebarkan ke semua orang.

Dengan pertimbangan tersebut, penulis akan membahas tentang pentingnya media online dalam pemasaran perahu phinisi yang terdapat di Kabupaten Bulukumba. Dalam hal ini, penggunaan media online akan diterapkan dalam sistem pemasaran perahu phinisi di kalangan pengrajin perahu yang terdapat di kabupaten Bulukumba. Selain itu, penulis juga akan memaparkan sistem pemasaran yang dilakukan selama ini serta kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukannya.
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini ditandai oleh kemudahan dan kecepatan dalam mengakses informasi dan komunikasi. Orang dapat saling berinteraksi lewat jaringan komputer atau teknologi informasi global yang di kenal dengan nama internet (International Networking). Tidak diragukan lagi bahwa kehadiran dan pertumbuhan teknologi media online telah menjadi salah satu fenomena sosial yang paling menarik perhatian saat ini. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kini semakin banyak orang yang memanfaatkan media online untuk bermacam-macam kebutuhan.
Beragamnya informasi yang tersaji dan online (terhubung) di internet, mengakibatkan individu akan mengakses informasi tersebut sesuai dengan kegunaan dan kepuasan yang didapatkannya. Hal ini sesuai dengan Model Uses and Gratification yang di kemukakan oleh Elihu Katz dkk (Dalam buku. Teori Komunikasi Massa. Diterjemahkan oleh : Agus Dharma dan Aminuddin Ram). Dimana model ini menggambarkan proses penerimaan dalam komunikasi massa dan menjelaskan penggunaan media oleh individu.
Model ini menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku khalayaknya, tetapi bagaimana media mengubah sikap dan perilaku khalayak. Teori ini tidak membahas apa yang dilakukan media pada diri orang, tetapi membahas tentang apa yang dilakukan orang terhadap media. Khalayak dianggap secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan. Dalam teori ini tersirat pengertian bahwa komunikasi massa berguna (utility) bahwa komunikasi media mencerminkan kepentingan dan preferensi (selectivity) dan bahwa khalayak sebenarnya kepala batu (stubborn). Karena penggunaan media hanyalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan psikologis, efek media dianggap sebagai situasi ketika kebutuhan itu terpenuhi.
Teori Uses and Gratification berguna untuk meneliti asal mula kebutuhan manusia secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massaatau sumber-sumber lain (atau keterlibatan pada kegiatan lain) dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan.
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh pengusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Pemasaran dikembangkan dari kata pasar yang berarti sarana atau tempat berkumpulnya orang yang terlibat dalam pemasaran, dalam pengertian abstrak pemasaran diartikan sebagai suatu kegiatan, proses atau system keseluruhan. Berikut ini Perpustakaan Online Blogger Indonesia (duniabaca.com) berbagi pengetahun tentang pengertian pemasaran dan pengertian menajemen pemasaran yang dikemukakan oleh beberapa pendapat para ahli, dimana dari pendapat-pendapat tersebut kita bisa menyimpulkan secara lebih spesifik mengenai definisi pemasaran dan definisi manajemen pemasaran.
Menurut Kotler (2000 : 4) pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan manajerial dimana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan usahakan melalui penciptaan, pertukaran yang dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan seseorang atau kelompok.
Sedangkan menurut Sofyan Assauri (2004 : 5) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Dan menurut William J. Stanton dalam Basu Swasta (1998:179) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Selain itu menurut Philip Kotler (2001), pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran.
Pengertian tersebut dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok dimana masing¬masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan atau inginkan melalui proses menciptakan, menawarkan, dan pertukaran. Selain itu, pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan yang saling berhubungan satu dan yang lainnya, yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang atau jasa kepada pembeli secara individual maupun kelompok pembeli. Kegiatan tersebut beroperasi dalam suatu lingkungan yang dibatasi sumber dari perusahaan, peraturan¬peraturan, maupun konsekuensi sosial perusahaan.
Dalam menjalankan kegiatan pemasarannya suatu perusahaan melakukan pengkoordinasian agar tujuan dan sasaran yang diharapkan dalam bidang pemasaran khususnya dan perusahaan umumnya dapat tercapai secara etektif dan efisien. Pengkoordinasian yang dapat menciptakan sinergi dilakukan dengan manajemen yang baik, yang dikenal dengan istilah manajemen pemasaran.
Hal itu pula yang akan penulis bahas dalam sistem pemasaran perahu phinisi melalui media online. Selama ini, perahu phinisi hanya dikenal saja oleh masyarakat indonesia. Mereka hanya melihat bentuknya melalui gambar atau tayangan-tayangan Televisi yang sesekali muncul menampilkan keanekaragaman budaya Indonesia. Mereka belum pernah mengenal cara dan sistem pembuatannya. Dengan demikian, perahu phinisi Cuma menjadi simbol dari kabupaten Bulukumba saja, tanpa dipasarkan luas untuk digunakan sebagai perahu sehari-hari dalam berlayar, menangkap ikan atau sekedar rekreasi. Hal ini dikarenakan karena sebelumnya semua pengrajin hanya membuat perahu tanpa ada jalan untuk mempromosikan atau memasarkan.
Perahu phinisi saat ini memang banyak dipesan oleh orang luar negeri seperti Malaysia, Jepang, Singapura, Australia, dan bahkan dari Negara-negara Eropa. Akan tetapi para pemesan perahu tersebut tidak signifikan. Pemesan dari Negara-negara tersebut merupakan orang tertentu yang memang mendalami budaya. Masyarakat luas internasional belum secara rutin memesan perahu phinisi, hal ini dikarenakan karena system pemasaran perahu phinisi masih belum mendunia (belum tersebar banyak secara online).
Oleh karena itu, dengan adanya media online, maka perahu phinisi dapat dikenal dengan sempurna, mulai dari cara pembuatannya hingga sistem pengoprasiannya. Ini semua akan diterapkan dalam sistem penggunaan media online dalam memasarkan hasil produksi perahu phinisi. Nantinya media-media online dibuat beragam utuk disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang ingin melihat atau mengenal lebih jauh tentang perahu phinisi. Media-edia ssperti web, blog, facebook dan semacamnya akan coba digunakan untuk memasarkan hasil produksi perahu phinisi.
Di Bulukumba sendiri ada beberapa pengrajin perahu phinisi yang memproduksi perahu tanpa mengetahui sejauh mana target mereka, berapa jumlah produksi dan siapa yang akan membeli. Jadi terkadang pengrajin tidak rutin melakukan produksi. Hal ini menyebabkan, pengrajin-pengrajin tersebut tak bisa menggantungkan hidup mereka dari hasil pembuatan perahu phinisi. Mereka baru akan membuat perahu saat ada pemesan, itupun tidak setiap saat dan pemesannya hanya orang-orang tertentu yang berasal dari mancanegara dan sedikit masyarakat  lokal atau masyarakat sekitar Kabupaten Bulukumba saja. Semua ini bukan karena perahu phinisi tidak menarik ataupun kwalitasnya  jelek, tapi karena kekurang tahuan orang-orang tentang apa dan bagaimana perahu phinisi itu sebenarnya.
Padahal, sebenarnya pengrajin dapat memproduksi perahu phinisi tiap saat walaupun ukurannya kecil, untuk dipamerkan sebagai ciri khas Kabupaten Bulukumba, hal ini juga dapat menjadi sarana wisata bagi yang berkunjung ke Bulukumba untuk melihat hasil produksi perahu phinisi dan cara pembuatannya.
Selain itu, jarak antara tempat pembuatan perahu phinisi dan kota Bulukumba lumayan jauh, jadi saat pertamakali orang-orang menginjakkan kaki di Bulukumba, mereka tidak melihat atau bahkan tidak menemukan informasi langsung mengenai perahu phinisi. Bahkan saat orang-orang melewati tempat pembuatan perahu phinisi tersebut, merekan tak tahu kalau yang dilihatnya adalah perahu phinisi. Ini disebabkan perahu-perahu tersebut masih dalam tahap pembuatan yang tampilannya jauh berbeda dengan perahu phinisi yang sudah jadi, yang sering mereka lihat dalam buku-buku sejarah atau tayangan televisi yang sekali-sekali.
Perahu phinisi sendiri terdapat berbagai jenis sesuai tujuan dan fungsi perahu itu, adapun yang sering terlihat di gambar-gambar adalah perahu phinisi hias yang hanya digunakan untuk rekreasi, makanya diberi sturan layar yang sedemikian indah dan berkarakter. Adapun perahu phinisi yang digunakan untuk berlayar, menangkap ikan, atau transportasi lokal adalah perahu phinisi bermesin yang tak memakai layar. Hal-hal semacam ini kurang diketahui oleh orang-orang, mereka hanya mengetahui kalau perahu phinisi itu adalah perahu yang memakai layar tersusun rapih dan berkarakter. Oleh karena itu, pentingnya pemasaran yang efektif sangat dibutuhkan dalam memperkenalkan hingga menual perahu phinisi itu ke orang-orang.
Dengan demikian, media online merupakan sarana yang tepat dalam melakukan pemasaran terhadap perahu phinisi hasil kreasi dari beberapa pengrajin yang ada di kabupaten Bulukumba. Dalam media tersebut akan dipaparkan cara pembuatan perahu phinisi, keguanaan, keunggulan hingga jenisnya. Semuanya akan mudah diakses oleh masyarakat yang ingin tahu lebih banyak tentang perahu phinisi tersebut, atau bahkan orang-orang yang akan memilikinya.
Selain itu, beberapa jenis perahu phinisi semuanya akan ditampilkan baik dari ukuran, bentuk, fungsi dan sebagainya, sehingga orang-orang tak perlu lagi ke Bulukumba untuk mengetahui tentang perahu phinisi. Media-media online akan memaparkan secara lengkap tentang perahu phinisi hingga cara pemesanannya termasuk harga yang ditawarkan. Hal ini akan mempermudah pihak produsen dan konsumen untuk saling bertukar informasi.
Berdasarkan pemaparan diatas, maka penulis akan melakukan suatu penelitian tentang pentingnya media online dalam hal pemasaran perahu phinisi denga judul:
“Penggunaan Media Online dalam Pemasaran Perahu Phinisi di Kalangan Pengrajin Perahu di Kabupaten Bulukumba


Judul : Penggunaan Media Online Dalam Pemasaran Perahu Phinisi Di Kalangan Pengrajin Perahu Di Kabupaten Bulukumba (PM-45)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

 

Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Kartini Makassar (PM-50)



Perkembangandunia perbankan yang dewasa ini bergerak sangat cepat disertai dengan adanya tantangan-tantangan yang semakin luas dan kompleks, hal tersebut membuat perbankan harus cepat dan tanggap dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat.Bank adalah salah satu lembaga keuangan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasabank, harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik (serviceexcellent) untuk dapat memenangkan persaingan yang semakin hari semakin kompetitif.
Untuk menghadapi persaingan antara lembaga perbankan yang semakin ketat, sekarang ini telah dikembangkan dalam berbagai konsep pelayanan nasabah dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah dan menjangkau nasabah-nasabah potensial.Untuk mempertahankan dan meningkatkan nasabahnya maka bank perlu menjaga citra positif dimata masyarakat, untuk mempertahankan citra ini dapat dibangun melalui kualitas produk, kualitas pelayanan, dan ketertiban keamanan. Untuk meningkatkan citra perbankan maka perlu menyiapkan karyawan yang mampu menangani kebutuhan nasabahnya.
Demikian pula halnya dengan nasabah, mereka telah menjadi pandai memilah-milah produk yang mana memberikan keuntungan yang lebih, serta pelayanan yang memuaskan.Sebagian perusahaan sengaja memanjakan nasabah melalui pelayanan yang diberikan bahkan dewasa ini nasabah sudah dianggap sebagai raja dan nasabah juga dianggap sebagai bagian dari perusahaan yang harussegera dipenuhi kebutuhan serta keinginannya seperti dilayani secara cepat dan akurat. Nasabah dibuat senyaman mungkin dengan keramahan dan sopan santun dari para karyawan perusahaan. Nasabah juga dibuat merasa nyaman dalam ruangan dan tidak membosankan dengan fasilitas ruangan yang menyenangkan.

Untuk menghadapi persaingan antara lembaga perbankan yang semakin ketat, sekarang ini telah dikembangkan berbagai konsep pelayanan nasabah dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah dan menjangkau nasabah-nasabah potensial.
            Sehubungan dengan hal tersebut itu maka setiap perusahaan menentukan pelayanan prima yakni sikap atau cara karyawan untuk melayani nasabah secara memuaskan, kepuasan nasabah akan lebih mudah dipenuhi kalau petugas bank lebih mengenal sifat dan karakter dari para nasabah.
            Pelayanan yang diberikan oleh bank haruslah mencerminkan pendekatan seutuhnya dari seorang karyawan bank kepada nasabah. Hal ini dilakukan dengan sikap menolong, bersahabat dan profesional yang memuaskan nasabah agar nasabah tersebut datang untuk berbisnis kembali dengan bank kita. Dengan cara seperti itu seorang custumer service dapat menikmati pekerjaannya dan memajukan karirnya pada bank tersebut.
Pelayanan nasabah yang bemutu menuntut adanya upaya keseluruhan karyawan bukan hanya bertugas difront office yang berhadapan langsung dengan nasabah dalam menghasilkan pelayanan yang mencerminkan kualitas, tetapi juga karyawan di backoffice yang  menghasilkan pelayanan di belakang layar yang tidak kelihatan oleh nasabah.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pelayanan bank dalam hubungannya dengan kepuasan nasabah adalah pelayanan prima. Dimana menurut Atep (2006:25) bahwa layanan prima atau service excellencebertitik tolak pada pelaku bisnis untuk memberikan layanan terbaiknya sebagai             wujud kepedulian perusahaan kepada konsumen/pelanggan. Dimana uraian definisi yang dilakukan oleh Atep maka dapat disimpulkan  bahwa pelayanan prima berkaitan dengan pelayanan yang optimal guna dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Kemudian dalam mengukur pelayanan prima dan hubungannya dengan nasabah penabung maka menurut Wahyu (2011) yang meneliti hubungan implementasi pelayanan prima dengan kepuasan nasabah pada Bank DKI Syariah yang mengatakan bahwa pelayanan prima (service excelllence) dapat diukur dengan 6 unsur pokok yaitu kemampuan (ability), sikap (attitude), penampilan (appearance), perhatian (attention), tindakan (action), dan tanggungjawab (accountability).
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. Cabang Kartini Makassar adalah salah satu bank milik pemerintah yang memiliki jaringan usaha seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itulah dalam menunjang peningkatan nasabah, maka perlunya dilakukan penilaian mengenai pelaksanaan dimensi pelayanan prima dan pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah nasabah. Selanjutnya dalam penelitian ini maka yang menjadi titik pokok dalam penelitian ini adalah nasabah penabung. Oleh karena itulah maka akan dapat disajikan data perkembangan nasabah penabung khususnya pada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. Cabang Kartini Makassar untuk tahun 2009 s/d tahun2011 yang dapat dilihat melalui tabel 1 yaitu sebagai berikut :



Tabel 1. Perkembangan Jumlah Nasabah Penabung Tahun 2009 s/d tahun 2011

Tahun
Jumlah Nasabah
Perkembangan
Penabung (%)
(%)
2009
29.081
-
2010
41.270
41,91
2011
50.810
23,11
Rata-rata peningkatan
21,67
Sumber PT. Bank Mandiri, Tbk. Cabang Kartini Makassar

Berdasarkan tabel 1 yakni perkembangan nasabah penabung khususnya pada PT. Bank Mandiri, Tbk. Cabang Kartini Makassar, maka terlihat bahwa rata-rata pertumbuhan jumlah nasabah penabung mengalami peningkatan untuk setiap tahunnya, yakni rata-rata meningkat sebesar 21,67%. Dengan adanya peningkatan tersebut maka perlu dilakukan penilaian mengenai pelaksanaan pelayanan prima yang telah dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui pengaruh pelayanan prima yang dilakukan oleh PT. Bank Mandiri Cabang Kartini Makassar terhadap kepuasan nasabah. Hal ini yang menjadi alasan peneliti memilih judul penelitian yaitu sebagai berikut : “Pengaruh Pelayanan Prima terhadap Kepuasan Nasabah pada PT. Bank  Mandiri (Persero), Tbk. Cabang Kartini Makassar.”


Judul : Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Kartini Makassar (PM-50)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini