Pages

Minggu, 22 November 2015

Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Kartini Makassar (PM-50)



Perkembangandunia perbankan yang dewasa ini bergerak sangat cepat disertai dengan adanya tantangan-tantangan yang semakin luas dan kompleks, hal tersebut membuat perbankan harus cepat dan tanggap dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat.Bank adalah salah satu lembaga keuangan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasabank, harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik (serviceexcellent) untuk dapat memenangkan persaingan yang semakin hari semakin kompetitif.
Untuk menghadapi persaingan antara lembaga perbankan yang semakin ketat, sekarang ini telah dikembangkan dalam berbagai konsep pelayanan nasabah dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah dan menjangkau nasabah-nasabah potensial.Untuk mempertahankan dan meningkatkan nasabahnya maka bank perlu menjaga citra positif dimata masyarakat, untuk mempertahankan citra ini dapat dibangun melalui kualitas produk, kualitas pelayanan, dan ketertiban keamanan. Untuk meningkatkan citra perbankan maka perlu menyiapkan karyawan yang mampu menangani kebutuhan nasabahnya.
Demikian pula halnya dengan nasabah, mereka telah menjadi pandai memilah-milah produk yang mana memberikan keuntungan yang lebih, serta pelayanan yang memuaskan.Sebagian perusahaan sengaja memanjakan nasabah melalui pelayanan yang diberikan bahkan dewasa ini nasabah sudah dianggap sebagai raja dan nasabah juga dianggap sebagai bagian dari perusahaan yang harussegera dipenuhi kebutuhan serta keinginannya seperti dilayani secara cepat dan akurat. Nasabah dibuat senyaman mungkin dengan keramahan dan sopan santun dari para karyawan perusahaan. Nasabah juga dibuat merasa nyaman dalam ruangan dan tidak membosankan dengan fasilitas ruangan yang menyenangkan.

Untuk menghadapi persaingan antara lembaga perbankan yang semakin ketat, sekarang ini telah dikembangkan berbagai konsep pelayanan nasabah dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah dan menjangkau nasabah-nasabah potensial.
            Sehubungan dengan hal tersebut itu maka setiap perusahaan menentukan pelayanan prima yakni sikap atau cara karyawan untuk melayani nasabah secara memuaskan, kepuasan nasabah akan lebih mudah dipenuhi kalau petugas bank lebih mengenal sifat dan karakter dari para nasabah.
            Pelayanan yang diberikan oleh bank haruslah mencerminkan pendekatan seutuhnya dari seorang karyawan bank kepada nasabah. Hal ini dilakukan dengan sikap menolong, bersahabat dan profesional yang memuaskan nasabah agar nasabah tersebut datang untuk berbisnis kembali dengan bank kita. Dengan cara seperti itu seorang custumer service dapat menikmati pekerjaannya dan memajukan karirnya pada bank tersebut.
Pelayanan nasabah yang bemutu menuntut adanya upaya keseluruhan karyawan bukan hanya bertugas difront office yang berhadapan langsung dengan nasabah dalam menghasilkan pelayanan yang mencerminkan kualitas, tetapi juga karyawan di backoffice yang  menghasilkan pelayanan di belakang layar yang tidak kelihatan oleh nasabah.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pelayanan bank dalam hubungannya dengan kepuasan nasabah adalah pelayanan prima. Dimana menurut Atep (2006:25) bahwa layanan prima atau service excellencebertitik tolak pada pelaku bisnis untuk memberikan layanan terbaiknya sebagai             wujud kepedulian perusahaan kepada konsumen/pelanggan. Dimana uraian definisi yang dilakukan oleh Atep maka dapat disimpulkan  bahwa pelayanan prima berkaitan dengan pelayanan yang optimal guna dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Kemudian dalam mengukur pelayanan prima dan hubungannya dengan nasabah penabung maka menurut Wahyu (2011) yang meneliti hubungan implementasi pelayanan prima dengan kepuasan nasabah pada Bank DKI Syariah yang mengatakan bahwa pelayanan prima (service excelllence) dapat diukur dengan 6 unsur pokok yaitu kemampuan (ability), sikap (attitude), penampilan (appearance), perhatian (attention), tindakan (action), dan tanggungjawab (accountability).
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. Cabang Kartini Makassar adalah salah satu bank milik pemerintah yang memiliki jaringan usaha seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itulah dalam menunjang peningkatan nasabah, maka perlunya dilakukan penilaian mengenai pelaksanaan dimensi pelayanan prima dan pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah nasabah. Selanjutnya dalam penelitian ini maka yang menjadi titik pokok dalam penelitian ini adalah nasabah penabung. Oleh karena itulah maka akan dapat disajikan data perkembangan nasabah penabung khususnya pada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. Cabang Kartini Makassar untuk tahun 2009 s/d tahun2011 yang dapat dilihat melalui tabel 1 yaitu sebagai berikut :



Tabel 1. Perkembangan Jumlah Nasabah Penabung Tahun 2009 s/d tahun 2011

Tahun
Jumlah Nasabah
Perkembangan
Penabung (%)
(%)
2009
29.081
-
2010
41.270
41,91
2011
50.810
23,11
Rata-rata peningkatan
21,67
Sumber PT. Bank Mandiri, Tbk. Cabang Kartini Makassar

Berdasarkan tabel 1 yakni perkembangan nasabah penabung khususnya pada PT. Bank Mandiri, Tbk. Cabang Kartini Makassar, maka terlihat bahwa rata-rata pertumbuhan jumlah nasabah penabung mengalami peningkatan untuk setiap tahunnya, yakni rata-rata meningkat sebesar 21,67%. Dengan adanya peningkatan tersebut maka perlu dilakukan penilaian mengenai pelaksanaan pelayanan prima yang telah dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui pengaruh pelayanan prima yang dilakukan oleh PT. Bank Mandiri Cabang Kartini Makassar terhadap kepuasan nasabah. Hal ini yang menjadi alasan peneliti memilih judul penelitian yaitu sebagai berikut : “Pengaruh Pelayanan Prima terhadap Kepuasan Nasabah pada PT. Bank  Mandiri (Persero), Tbk. Cabang Kartini Makassar.”


Judul : Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Kartini Makassar (PM-50)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

 

Penilaian Pelanggan Terhadap Kinerja Rantai Pasok Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar (PM-44)



Perkembangan usaha peternakan unggas di Indonesia saat ini semakin pesat dan memberikan kontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani. Unggas khususnya ayam kampung merupakan salah satu komoditi ternak ayam yang banyak diminati oleh semua lapisan masyarakat, dengan banyaknya permintaan masyarakat akan daging ayam kampung, maka banyak sektor bisnis yang menjual daging ayam olahan seperti café, restoran dan rumah makan demi memenuhi kebutuhan konsumen. Bisnis yang menjual daging ayam kampung olahan menjadi semakin maju pesat sebagaimana dapat dilihat dari banyaknya rumah makan baru atau dengan membuka cabang didaerah lain. Salah satu rumah makan yang menjual daging ayam olahan dan berkembang sangat pesat belakangan ini adalah rumah makan Ayam Bakar Wong Solo yang perkembangannya sangat pesat salah satunya cabang Makassar.
            Rumah makan Ayam Bakar Wong Solo merupakan salah satu rumah makan yang sedang berkembang saat ini. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1991, rumah makan ini terus mengalami perkembangan dari tahun ketahun. Dengan sistem waralaba yang dijalankannya, jumlah outlet-nya terus bertambah. Pada tahun 2010 jumlah outlet-nya sudah mencapai 42 buah yang tersebar di beberapa kotabesar di Indonesia. Selain di dalam negeri, rumah makan Ayam Bakar Wong Solo juga sudah berhasil memasuki pasar luar negeri. Hal ini ditandai dengan dibangunnya dua buah outlet di Negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura. Rumah makan Ayam Bakar Wong Solo di Indonesia salah satunya adalah rumah makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin (Samping Kampus Nobel) Makassar, dimana tempatnya cukup strategis. Dalam perkembangannya, rumah makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar tidak luput dari tingkat persaingan yang ketat, persaingan yang semakin ketat tersebut menuntut rumah makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat untuk memenangkan persaingan di industri rumah makan. Agar berhasil dalam persaingan rumah makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar harus mampu secara efisien menyediakan produk kepada pelanggan, dengan pelayanan dan mutu yang lebih baik dalam memuaskan kebutuhan pelanggannya, dalam memenuhi kebutuhan tersebut perusahaan harus memiliki kinerja yang baik sehingga akan menentukan keberhasilan dalam persaingan oleh karena terciptanya kepuasan pelanggan terhadap kinerja rumah makan ayam bakar Wong Solo dalam menyediakan ayam bakar yang diminta oleh setiap konsumennya.

            Fenomena yang terjadi di rumah makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar semakin hari pengunjung yang datang berbelanja dirumah makan tersebut semakin berkurang hal itu disebabkan karena tingginya persaingan dengan banyaknya rumah makan sejenis yang semakin menjamur yang juga menyajikan ayam bakar sebagai menu utamanya sehingga konsumen menjadi tersebar hal ini kemungkinan diakibatkan pula karena kinerja rumah makan dalam memberikan pelayanan ditunjang dengan kualitas rasa makanan dan harga sajian ayam bakar yang relatif mahal menjadi pertimbangan bagi setiap konsumen sehingga memilih rumah makan lain dalam memenuhi kebutuhan mereka terhadap makanan khusunya ayam bakar.
            Kinerja rumah makan terkait rantai pasokan sangat menentukan keberhasilan rumah makan dalam memenangkan persaingan hal itu disebabkan karena rantai pasokan merupakan suatu jaringan yang sangat berperan penting dalam penyediaan dan pendistribusian bahan baku sehingga pasokan yang lancar yang masuk ke dalam perusahaan atau rumah makan mampu memenuhi permintaan pelanggan yang bervariasi dari pelanggan satu dengan pelanggan lainnya, rumah makan sebagai tempat memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap permintaan ayam bakar harus mampu mengantisipasi dan memenuhi setiap kebutuhan pelanggan sehingga kinerja yang dihasilkan mampu diterima oleh pelanggan secara positif dan berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan dalam memperoleh laba.
            Kinerja rantai pasok rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar merupakan suatu unjuk hasil yang diberikan oleh pemasok terhadap kebutuhan rumah makan dalam memenuhi keinginan ataupun permintaan pelanggan terhadap pesanan ayam bakarnya sehingga penting bagi rumah makan dalam memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya agar tercipta kepuasan terhadap pelanggan. Pelanggan sangat berperan dalam mengetahui seberapa besar kinerja rantai pasok rumah makan dalam menyediakan ayam bakar yang pelanggan butuhkan dimana pasokan yang lancar dengan kualitas yang baik akan menghasilkan produk olahan yang baik jika kinerja rumah makan terus ditingkatkan dengan menyediakan pesanan ayam bakar yang pelanggan butuhkan sehingga ayam kampung yang berasal dari pemasok harus mampu disediakan oleh pemasok dengan waktu yang cepat, jumlah yang tepat, dan dengan kualitas yang baik dengan harga yang sesuai sehingga kinerja rumah makan dalam mengelola pasokan tersebut dapat dinilai dengan baik oleh pelanggan itu sendiri sehingga penilaian pelanggan tersebut mampu memberikan umpan positif terhadap rumah makan dalam meningkatkan kinerja rantai pasok rumah makan agar dapat menciptakan nilai secara keseluruhan dan memperoleh keunggulan dalam bersaing dengan rumah makan pesaingnya.
Berdasarkan uraian dan permasalahan yang telah dipaparkan maka akan  dilakukan penelitian yang berjudul “Penilaian Pelanggan Terhadap Kinerja Rantai Pasok Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar”.



Judul : Penilaian Pelanggan Terhadap Kinerja Rantai Pasok Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar (PM-44)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Peningkatan Penjualan Alat Listrik Pada Pt. Maju Sentosa Di Kota Makassar (PM-46)



Dunia bisnis modern menuntut peranan pemasaran yang dapat menunjang kemajuan usaha bisnis. Maju atau mundurnya suatu bisnis akan sangat ditentukan oleh keberhasilan kegiatan pemasaran bisnis tersebut, karena kegiatan pemasaran merupakan kegiatan bisnis yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas (konsumen). Pentingnya peranan pemasaran yang dimaksud bukan berarti mengenyampingkan peranan bagian lain dalam bisnis, karena seluruh kegiatan merupakan satu kesatuan yang utuh dalam bisnis.
Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha  yang berorientasi profit maupun usaha-usaha sosial. Hanya saja sebagian pelaku pemasaran tidak atau belum mengerti ilmu pemasaran, tetapi sebenarnya mereka telah melakukan usaha-usaha pemasaran. Hal ini terjadi karena pelaku pemasaran belum pernah belajar atau bahkan belum pernah mendengarkan kata-kata pemasaran.
Dalam melakukan kegiatan pemasaran, suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya untuk merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan. Sedangkan dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang sudah ada agar tetap eksis.
Secara umum, dalam memahami konsep bauran pemasaran, perlu diperkenalkan suatu pemahaman yang dikemukakan oleh Kotler yang memperkenalkan konsep bauran pemasaran produk yang dikenal dengan konsep 4P (product, price, promotion, place).

Marketing mix atau 4P merupakan suatu set peralatan pemasaran yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mencapai obyek pemasaran yang ditetapkan dalam pasar sasaran. Marketing mix meliputi produk, harga, promosi dan distribusi. Untuk produk, perusahaan hendaknya memilih jenis produk yang akan diproduksi dan menciptakan suatu produk yang dapat diterima oleh masyarakat. Keputusan mengenai produk meliputi bentuk fisik, pemberian merek, bungkusan/kemasan, warna, mutu, ciri dan keistimewaan yang dimiliki.
Variabel harga merupakan salah satu unsur penting dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan dari penjualan produk dan juga menentukan nilai suatu produk. Biaya, keuntungan, persaingan dan perubahan keinginan pasar merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan harga suatu produk. Untuk variabel promosi dalam hal ini merupakan sarana komunikasi antara produsen dengan konsumen. Dengan adanya komunikasi, konsumen akan mengetahui produk yang dipasarkan oleh produsen.
Promosi sangat diperlukan oleh setiap perusahaan karena tingkat persaingan yang tajam antar perusahaan dalam berbagai industri, jumlah konsumen potensial yang semakin meningkat dan digunakan untuk mempertahankan penjualan di masa resesi. Promosi bertujuan untuk memodifikasi tingkah laku, memberitahu, membujuk dan mengingatkan. Umumnya promosi yang diterapkan meliputi periklanan, penjualan perorangan, promosi dan penjualan publisitas. Bauran pemasaran terakhir yaitu distribusi sebagai suatu serangkaian aktivitas pemasaran yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau komunikasi.
Fokus pemasaran dalam penelitian ini yaitu mengenai saluran distribusi terhadap peningkatan penjualan peralatan listrik yang saat ini terletak pada konsumen. Konsumen adalah orang yang menentukan berhasil tidaknya suatu produk yang dipasarkan. Pemahaman perusahaan atau produsen terhadap perilaku konsumen dalam pembelian suatu produk merupakan titik awal keberhasilan sebuah produk atau jasa dalam sebuah pasar. Terbukanya kegiatan ekonomi secara  global, mengakibatkan banyaknya produk yang bersaing dalam jalur bisnis  yang sama. Hal ini juga memungkinkan terjadinya persaingan dalam bisnis alat listrik dalam upaya memperluas pangsa pasar, atau mempertahankan pasar yang ada.
Pertumbuhan bisnis pemasaran produk semakin pesat karena kebutuhan masyarakat akan alat listrik sangat tinggi, pada saat yang sama rutinitas masyarakat semakin bertambah baik di perumahan maupun di sektor perkantoran semuanya membutuhkan alat listrik yang menjadi alat pendukung aktivitas kerja.
Melajunya keperluan menjadi kebutuhan seperti yang telah dipaparkan di atas, ditentukan oleh perilaku konsumen. Konsumen mulai berubah orientasinya, dari orientasi fungsi ke orientasi estetis. Pada masa lampau konsumen berorientasi pada aspek fungsi produk dan harga murah, namun sekarang konsumen mulai beralih kepada nilai-nilai estetis dengan lebih memerhatikan fungsi alat listrik sesuai dengan tingkat hemat biaya. Dengan kata lain bahwa konsumen rela mengeluarkan pengorbanan material lebih banyak guna mendapatkan produk yang melambangkan kepribadiannya dan pemenuhan kebutuhannya.
Perilaku konsumen memacu terjadinya pergeseran dari pendekatan kuantitas ke pendekatan kualitas. Kualitas pada beberapa produk sulit diukur secara rasionalitas seperti sektor jasa, namun mendapatkan harga dan nilai yang tinggi di mata konsumen. Sebagai produk berteknologi tinggi, produsen berupaya untuk senantiasa memanjakan konsumen dengan serangkaian kelebihan produk serta kualitas produk yang disediakan.
Perilaku konsumen menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen pemasaran yang bertumpu kepada saluran distribusi produk untuk dapat meningkatkan peningkatan penjualan sesuai dengan prinsip bauran pemasaran, selain pertimbangan kualitas produk yang dijual, harga yang terjangkau, promosi yang terus ditingkatkan dan kegiatan saluran distribusi yang diterapkan.
Dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada pengaruh saluran distribusi produk terhadap penjualan alat listrik pada PT. Maju Sentosa di Kota Makassar untuk terus meningkatkan dan memperbaiki akses kegiatan pemasaran, di mana salah satu kunci keberhasilan penjualan alat listrik ditentukan oleh kemampuan membeli dari konsumen. Berikut data yang menjadi acuan di dalam melakukan penelitian saluran distribusi terhadap penjualan alat listrik, dalam kurun waktu 5 tahun terjadi adanya perbedaan alokasi jumlah saluran distribusi produk yang terdiri dari Supermarket, Mini Market dan Toko/Warung, di dalam memengaruhi peningkatan penjualan produk alat listrik di Kota Makassar sebagai berikut:
Tabel 1.1
Saluran Distribusi Produk Alat Listrik di Kota Makassar
Tahun 2007 – 2011

Saluran Distribusi
2007
(unit)
2008
(unit)
2009
(unit)
2010
(unit)
2011
(unit)
Supermarket
120
129
135
141
154
Minimarket
123
131
144
152
156
Toko
206
291
311
413
417
Sumber: PT. Maju Sentosa, 2012

Tabel 1.1 di atas menunjukkan bahwa saluran distribusi yang paling banyak menjual produk alat listrik seperti kabel, stop kontak, terminal T, lampu, senter dan lain-lain adalah toko yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Saluran distribusi menjadi penting di dalam menentukan tingkat keuntungan (revenue) sesuai dengan peningkatan penjualan yang dilakukan oleh PT. Maju Sentosa. Lebih jelasnya dilihat pada Tabel 1.2 di bawah ini:
Tabel 1.2
Peningkatan penjualan Alat Listrik pada PT. Maju Sentosa
Tahun 2007 – 2011

Tahun
Revenue
(Rp.)
%
Perkembangan
2007
12.023.396
10.92
2008
16.254.700
14.76
2009
19.787.200
17.97
2010
25.034.000
22.74
2011
36.998.284
33.60
Sumber: PT. Maju Sentosa Makassar, 2012
Tabel 1.2 menunjukkan bahwa keuntungan (revenue) setiap tahun mengalami peningkatan, namun peningkatannya belum mencapai 50% dari kegiatan pemasaran, sehingga menjadi permasalahan bagi pihak manajemen perusahaan PT. Maju Sentosa untuk terus meningkatkan distribusi produk, agar meningkatkan peningkatan penjualan produk.
Variabel-variabel distribusi produk yang menjadi sorotan dari pihak manajemen untuk meningkatkan peningkatan penjualan adalah memacu setiap saluran distribusi untuk memberikan akses penyaluran produk alat listrik secara kontinyu terdiri atas saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Adapun saluran distribusi langsung ke konsumen dalam kegiatan saluran distribusi yang diterapkan PT. Maju Sentosa terdiri dari pemasaran ke supermarket, mini market dan toko. Sedangkan saluran distribusi tidak langsung ke konsumen yaitu sub dealer dan dealer, sehingga ditentukan bahwa variabel saluran distribusi yang diamati adalah toko, minimarket, supermarket di dalam memengaruhi peningkatan penjualan alat listrik pada PT. Maju Sentosa. 
Pentingnya saluran distribusi produk menentukan tingkat pembelian konsumen terhadap produk yang ditawarkan kepada konsumen sesuai dengan tingkat kebutuhan alat listrik yang diproduksi oleh PT. Maju Sentosa di dalam memenangkan persaingan yang bertumpu kepada bauran pemasaran, khususnya menetapkan saluran distribusi yang memengaruhi peningkatan penjualan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan tinjauan manajemen pemasaran, dengan memilih judul: ”Pengaruh Saluran distribusi terhadap Peningkatan Penjualan Alat Listrik pada PT. Maju Sentosa di Kota Makassar”




Judul : Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Peningkatan Penjualan Alat Listrik Pada Pt. Maju Sentosa Di Kota Makassar (PM-46)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Pengaruh Produk Diversification Dan Advertising Dalam Meningkatkan Minat Menabung Nasabah Pada Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Makassar (PM-48)



          PT. Bank Negara Indonesia (Persero),Tbk. menjadi bagian penulis dalam melaksanakan program Penelitian Skripsi karena dalam praktik perbankan, ada berbagai contoh aplikasi manajemen keuangan. Penulis juga dapat mengenal berbagai aktivitas perbankan dengan berinteraksi langsung melalui praktek lapangan pada perbankan maka penulis dapat mengetahui dan mengenal lebih jauh bagaimana kinerja keuangan suatu bank dan produk-produk yang dimiliki bank tersebut.
         Dalam penelitian ini yang dilaksanakan  pada instansi/perusahaan atau lembaga bank swasta maupun pemerintah bertujuan memberi bekal pengetahuan dan pengalaman kepada setiap pesertanya akan dunia kerja yang sesungguhnya dan selanjutnya membandingkan dengan teori/pengetahuan yang relevan. Pelaksaan penelitian di laksanakan dalam  rangka peningkatan kualitas alumni fakultas ekonomi Universitas Hasanuddin yang memiliki kemampuan mengembangkan berbagai pendekatan sistem dalam menganalisis dengan tingkat kreativitas tinggi, disiplin tinggi, serta dapat membangun kerja sama di lingkungan perusahaan. Hal ini sangat membantu agar mahasiswa dapat menggambarkan lingkungan kerja yang dihadapi nantinya.
         Bank merupakan perusahaan yang menyediakan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Fungsi bank merupakan perantara di antara masyarakat yang membutuhkan dana dengan masyarakat yang kelebihan dana. Disamping menyediakan jasa-jasa keuangan lainya, melihat produk BNI yang kini banyak di nikmati  masyarakat,  maka  penulis ingin mengetahui  macam-macam  produk dana dan  periklanan guna meningkatkan  minat menabung nasabah yang ada pada bank BNI serta keuntungan yang ditawarkan untuk nasabah.

Yang paling penting dalam mengelolah suatu  perusahaan adalah bagaimana mengenal luar dalam produk perusahaan tersebut. Sehingga dengan mengenal produk secara mendalam akan memudahkaan kita untuk mengemasnya menjadi suatu produk yang laku di pasaran. Penjualan produk perbankan harus selalu disertai dengan administrasi yang baik dan kesanggupan serta kecakapan para Sumber daya manusia (SDM) untuk menjualnya. Dengan meningkatnya aktivitas perusahaan sebagai perusahaan terkemuka, maka perlu adanya kualitas produk dalam rangka meningkatkan tingkat kepuasan konsumen dalam penggunaannya. Hal ini untuk melihat faktor-faktor apa yang memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk yang dipasarkan oleh perusahaan.
Dalam menentukan keputusan konsumen dalam memilih produk,  maka perlu dilakukan evaluasi terhadap faktor-faktor  tersebut meliputi kualitas produk,  harga, promosi, saluran distribusi dan fasilitas-fasilitas serta faktor penunjang lainnya, faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh dalam  pemasaran produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.
Melihat kondisi sebagaimana disebutkan di atas,  maka salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan sistem pemasaran yang lebih efektif, di mana dalam hal penerapannya bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan volume penjualan, akan tetapi juga perlu memerhatikan  peningkatan minat menabung nasabah..
 Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis mengajukan judul dalam penulisan ini yaitu “ Pengaruh Produk Diversificationdan Advertising Dalam Meningkatkan Minat Menabung  Nasabah Pada PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk.” Cabang Makassar

Judul : Pengaruh Produk Diversification Dan Advertising Dalam Meningkatkan Minat Menabung Nasabah  Pada Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Makassar (PM-48)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini