Pages

Minggu, 01 Juli 2012

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI

Download paling lengkap skripsi akuntansi berbagai tema seperti keuangan, manajemen ,sektor publik dan masih banyak lagi. Semuanya gratis! Jadi bagi kamu mahasiswa jurusan akuntansi yang sedang memikirkan judul maupun proposal bisa menggunakan beberapa contoh dibawah ini. Untuk membantu anda menyelesaikannya.
Semua skripsi ini dihimpun dari berbagai sumber, Kami usahakan link2 download akan diupdate sehingga anda mendapatkan contoh yang terbaru untuk proposal skripsi ini.

Sabtu, 16 Juni 2012

Perubahan Ketangguhan Bahan St.40 Yang Telah Mengalami Proses Double Hardening Dengan Carburizing (TM-6)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat kuat, liat, keras, dan mempunyai titik cair yang tinggi. Logam terbuat dari bijih logam yang ditemukan dalam keadaan murni atau bercampur. Bijih logam ini didapat dari proses penambangan mulai dari pendahuluan, pengeboran, sampai pengolahan logam.

Dari pengolahan logam inilah baru didapat logam yang kita inginkan. Logam yang telah jadipun masih disebut logam setengah jadi (raw material) sehingga masih diperlukan pengerjaan-pengerjaan dengan mesin, untuk mendapatkan bentuk dan kualitas yang lebih baik. Agar memperoleh hasil yang baik, komponen-komponen dari hasil mesin skrap, mesin bubut, mesin frais, yang selanjutnya diberi perlakuan panas seperti pengerasan, penempaan, penormalan, yang bertujuan memperbaiki sifat-sifat logam tersebut.
 
Dari bagian mesin, sering dijumpai suatu bahan yang diperlukan kekerasan dan keliatannya. Misalnya poros transmisi dan roda gigi. Saat mengalami perpindahan persneling, poros transmisi dan roda gigi mengalami beban puntir. Komponen tersebut juga harus mempunyai sifat lentur, karena dengan sifat lentur ketika terjadi perpindahan transmisi, diharapkan dapat
mengurangi hentakan keras pada saat roda gigi mengalami perkaitan.

Gabungan antara beban puntir dan lentur, juga diperlukan pada saat transmisi dan roda gigi mengalami beban berat dan putaran tinggi.
Dengan mempertimbangkan kondisi di atas, maka diinginkan suatu konstruksi bahan yang keras pada permukaan dan ulet pada intinya untuk mencegah kerusakan. Kemudian agar memperoleh hasil yang baik, komponen-komponen dari mesin-mesin tesebut selanjutnya diberi perlakuan panas seperti pengerasan, penempaan, penemperan yang bertujuan memperbaiki sifat-sifat logam tersebut.

Perlakuan panas (heat treatment) adalah proses memanaskan bahan sampai suhu tertentu dan kemudian didinginkan dengan metode tertentu (Amanto, 1999 : 63). Perlakuan panas terutama ditujukan untuk memperoleh sifat-sifat yang sesuai dengan penggunaannya, khususnya untuk mendapatkan kekerasan, kekuatan dan sifat liat yang diperlukan. Untuk mencegah keausan pada logam, maka logam perlu mendapatkan kekerasan pada bagian permukaan saja sedang inti tetap ulet. Untuk itu perlu dilakukan proses pengerasan permukaan (surface treatment). Jadi dalam hal ini pengerasan dapat dilakukan pada bagian-bagian tertentu saja sesuai kebutuhan dan fungsi alat tersebut.

Menurut Palallo (1995: 57) menuliskan proses carburizing adalah proses penambahan unsur karbon ke dalam logam pada bagian permukaan yang didapat dari bahan-bahan yang mengandung karbon sehingga kekerasan meningkat dengan adanya penambahan unsur karbon pada logam, menyebabkan ukuran butir membesar.

Pemanasan pada temperatur tinggi untuk jangka waktu yang relatif lama menyebabkan ukuran butir membesar, ini berarti butir-butir ferrit di bagian dalam dan butir-butir perlit pada bagian permukaan menjadi kasar (Suratman, 1994: 143). Kekurangan pada proses carburizing pada logam dapat diperbaiki dengan proses pengerasan lanjut (double hardening). Proses double hardening dilakukan untuk memperhalus ukuran butir struktur logam. Ukuran struktur yang halus dapat menghasilkan kekerasan yang lebih baik dari pada ukuran butir struktur logam yang besar (Endri Maulana, 2006: 2). Perlakuan panas tempering akan menghasilkan struktur yang homogen, tegangan sisa, mengembalikan kondisi bahan pada kondisi normal akibat pengaruh pengerjaan sebelumnya, memperhalus kristal yang akan berpengaruh terhadap keuletan bahan dan meningkatkan kekuatan serta memperbaiki struktur setelah bahan mengalami deformasi dalam keadaan panas dan dingin sehingga bahan mempunyai sifat bagian luar getas sedangkan bagian dalam ulet.

Untuk mengetahui sejauh mana perlakuan panas proses carburizing, double hardening – tempering terhadap perubahan sifat-sifat bahan dan ketangguhan bahan setelah mengalami perlakuan. Untuk pengkajian lebih lanjut maka perlu dilakukan pengujian bahan dengan menggunakan uji impact dan uji struktur mikro.

Dari pertimbangan-pertimbangn tersebut di atas maka perlu diadakan penelitian “Perubahan Ketangguhan Bahan ST.40 Yang Telah Mengalami Proses Double Hardening Dengan Media Pendingin Air Setelah Proses Carburizing”

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisa Pengaruh Waktu Tahan Terhadap Baja Karbon Rendah Dengan Metode Pack Carburising (TM-5)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Pendahuluan
Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia bertambah maju maka bidang teknologipun ikut berkembang sangat pesat dengan harapan segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan baik.


Jika diperhatikan, segala kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Kerena hampir semua alat yang digunakan manusia terbuat dari unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi dijaman sekarang. Oleh karena itu timbul usaha – usaha manusia untuk memperbaiki sifat – sifat dari logam tersebut. Yaitu dengan merubah sifat mekanis dan sifat fisiknya.

Adapun sifat mekanis dari logam antara lain : kekerasan, kekuatan, keuletan, kelelahan dan lain – lain. Sedangkan dari sifat fisiknya yaitu dimensi, konduktivitas listrik, struktur mikro, densitas, dan lain – lain.

Karena banyaknya permintaan yang bermacam – macam maka diadakan pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai dengan kegunaannya. Seperti misalnya pada baja karbon. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan. Karena baja karbon mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik dan harganya relatif murah. Karena baja karbon mendapat prioritas utama maka dituntut untuk memodifikasi atau memperbaiki sifatnya seperti kekerasan, kekerasan pada permukaan, tahan aus akibat gesekan. Karena hal tesebut maka perlu diadakan proses perlakuan panas guna menambah kekerasan dari bahan tersebut.

Perlakuan panas adalah suatu perlakuan (treatment) yang diterapkan pada logam agar diperoleh sifat – sifat yang diiginkan. Dengan cara pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat – sifat tertentu dari logam.

Salah satu cara adalah dengan menggunakan proses karburasi yaitu dengan mengeraskan permukaannya saja. Karburasi adalah salah satu proses perlakuan panas untuk mendapatkan kulit yang lebih keras dari sebelumnya. 

Dan berdasarkan hal – hal tersebut diatas maka penulis mencoba untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul :
“ ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURIZING “ 

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Contoh Skripsi Teknik Mesin

Teknik Mesin adalah adalah cabang ilmu teknik/ rekayasa yang mempelajari energi dan sumber energinya serta aplikasi dari prinsip fisika untuk analisa, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Teknik Mesin merupakan salah satu bidang ilmu keteknikan yang dapat memberikan peluang besar untuk mewujudkan industri mesin baik dalam hal maintance dan repair, perancangan/design, pembuatan/ produksi serta sistem lingkungan di masa depan. Profesi ini sangat ditunjang oleh intelektual yang tinggi, kreatif dan daya inovatif.


Mahasiswa Teknik Mesin selain harus dapat menguasai dasar dari ilmu pasti (matematika, fisika, kimia), mereka juga harus memahami berbagai konsep termasuk mekanika, kinematika, termodinamika dan energi. Bidang kajian dalam Teknik Mesin banyak berurusan dengan penggerak-penggerak awal, seperti turbin uap, motor bakar, mesin-mesin perkakas, pompa dan kompresor, pendingin dan pemanas, dan alat-alat kimia tertentu. Selain itu, dalam Teknik Mesin juga dipelajari sifat fisis dan fenomena yang terjadi pada suatu bahan. Hal ini termasuk sifat bahan dalam menyangga tarikan, tekanan, atau puntiran.


Terkadang sebagai mahasiswa, Anda bingung ketika akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi, terutama ketika menentukan judul. Sehingga Anda perlu mencari inspirasi untuk judul sripsi yang akan Anda buat.

Buat teman-teman yang kebetulan lagi sibuk mikirin tentang pembuatan judul Skripsi Teknik Mesin, lagi mencari contoh Skripsi Teknik Mesin  gratis. mudah-mudahan contoh Skripsi Teknik Mesin ini dapat membantu anda dalam membuat Skripsi Teknik Mesin yang anda jalani.

Berikut Contoh Skripsi Teknik Mesin Lengkap. Klik Judulnya untuk melihat isinya.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

PENGARUH TEKANAN TERHADAP KECEPATAN MEMINDAH MATERIAL ACTUATOR MOTOR PNEUMATIK 90 (TM-03)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang industri dewasa ini semakin meningkat. Peningkatan teknologi mendorong manusia untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Fakta telah membuktikan bahwa dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, orang-orang mulai berlomba-lomba untuk bisa mengemudikan dunia supaya dapat menambah kesejahteraan pada taraf kehidupan manusia. Sekarang ini telah banyak peralatan-peralatan industri yang sudah dilengkapi dengan peralatan yang serba otomatis baik itu peralatan yang bekerja dengan sistem mekanis, elektronis, hidrolis maupun secara pneumatis.

Teknologi pneumatik perlu terus menerus dikuasai agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan industri. Pneumatik berperan penting dalam berbagai proses produksi, misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini dikerjakan dengan tenaga manusia seperti menggeser, mendorong, mengangkat, menekan, dan lain sebagainya. Gerakan mekanik yang dikerjakan dengan tenaga manusia dapat digantikan oleh komponen- komponen pneumatik, motor pneumatik, robot pneumatik dan lain-lain. Pneumatik juga banyak digunakan dalam bidang produksi terutama pada proses perakitan (manufacturing), elektronika, obat-obatan, makanan, dan lain-lain.

Sistem pneumatik mempunyai peralatan yang sangat sederhana. Hal ini disebabkan karena sistem pneumatik pemindahan energinya menggunakan fluida (udara) sehingga energi itu mudah didapatkan dan mudah pula membuangnya dimana saja tanpa merusak lingkungan sekitar. Sistem kontrol pneumatik mempunyai banyak keunggulan antara lain: mudah diperoleh, bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak, mudah didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil, aman dari bahaya, ledakan dan hubungan singkat, dapat dibebani lebih, tidak peka terhadap perubahan suhu dan lain sebagainya.


Keunggulan sistem pneumatik dimanfaatkan oleh manusia dalam meningkatkan produktivitas. Hal ini diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia dalam menjalankan berbagai proses produksi yang ada di industri.

Pada sistem pneumatik elemen-elemen yang ada seperti silinder pneumatik dapat diterapkan pada mesin pemindah barang dengan sistem kontrol elektropneumatik. Dari beberapa pertimbangan di atas maka penulis memilih judul“ Pengaruh Tekanan Terhadap Kecepatan Memindah Material Aktuator Motor Pneumatik 900”

B. Pembatasan Masalah

Penelitian tentang pneumatik pemindah material dengan sistem kontrol elektropneumatik dalam memindahkan material dari satu tempat ke tempat yang lain ini dilakukan dengan mengatur tekanan udara pada Filter Regulator Lubrication (FRL) yang selanjutnya masuk ke dalam rangkaian pneumatik dari tekanan 2,5 kgf/cm2 sampai 5,5 kgf/cm2 dengan selisih pengaturan tekanan 0,5 kgf/cm2. Putaran cekik yang digunakan adalah 1800 atau ½ putaran. Panjang lengan dari titik pusat rotary actuator atau aktuator motor
pneumatik sampai dengan titik pusat pada silinder kerja ganda sebesar 40 cm dengan mengabaikan faktor gesekan dan getaran yang dapat mempengaruhi gerakan masing-masing komponen. Material yang dipindahkan mempunyai beban 0,33 kg dalam bentuk minuman kaleng. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah faktor tekanan berpengaruh terhadap kecepatan aktuator motor pneumatik 900 dalam memindah material dengan beban
tertentu.

C. Permasalahan

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh tekanan terhadap kecepatan pada aktuator motor pneumatik 900 dalam memindah material ?
2. Seberapa besar pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material aktuator motor pneumatik 900 ?

D. Penegasan Istilah

Ada beberapa istilah dalam judul di atas yang sekiranya perlu dijelaskan lebih lanjut, yaitu:

1. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda dan sebagainya) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002: 849)
2. Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja pada tiap satuan luas penampang (Sardjito, 2000: 36).
3. Kecepatan merupakan vektor yang berhubungan dengan waktu yang diperlukan untuk perpindahan sesuatu benda.
4. Memindah adalah perbuatan yang mengakibatkan sesuatu beralih atau bertukar tempat.
5. Aktuator motor pneumatik (Rotary Actuator) 900 adalah suatu alat

pneumatik yang cara kerjanya berdasarkan silinder penggerak ganda, yang batang toraknya mempunyai profil gigi sehingga gerakan linier diubah menjadi gerakan putar searah atau berlawanan arah jarum jam sebesar 900.

E. Tujuan

Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk:

1. Mengetahui apakah ada pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material akuator motor pneumatik 900.
2. Mengetahui seberapa besar pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material aktuator motor pneumatik 900.


F. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1. Memberikan sumbangan pemikiran dan kreativitas dalam bidang teknologi khususnya dalam bidang pneumatik untuk kemajuan lembaga.
2. Sebagai bahan referensi bagi penelitian sejenis atau penelitian pengembangan lebih maju lagi dimasa mendatang.
3. Menambah pengetahuan dan keahlian praktis bagi peneliti tentang pneumatik khususnya tentang pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material aktuator motor pneumatik 90
 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Perbedaan Konsumsi Bahan Bakar Dan Tegangan Output Cdi Pada Mesin Honda Gl Pro Antara Yang Menggunakan Cdi Standar Gl Pro Dengan Cdi Suzuki (TM-4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembakaran dalam ruang bakar motor adalah hal yang sangat menentukan besarnya tenaga yang dihasilkan motor tersebut. Campuran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar akan dinyalakan oleh nyala api busi yang kemudian menghasilkan tenaga. Pembakaran ini menyebabkan naiknya tekanan di dalam silinder dan memungkinkan terjadinya gerakan torak. Pembakaran dalam ruang bakar motor merupakan reaksi kimia antara unsur yang terkandung di dalam bahan bakar dengan udara atau oksigen, yang diikuti oleh timbulnya panas. Panas yang dilepaskan selama proses pembakaran inilah yang digunakan oleh motor untuk menghasilkan tenaga.


Pembakaran di dalam silinder belum tentu terjadi sempurna, ada 2 macam pembakaran yang mungkin terjadi di dalam silinder, yaitu pembakaran normal (sempurna), pembakaran sendiri (tidak sempurna). Waktu pengapian dan besarnya api pada busi yang membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar motor harus sesuai dengan spesifikasi mesin. Apabila kurang tepat dapat menyebabkan campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar dengan sempurna sehingga bahan bakar menjadi lebih boros, berwarna kehitaman dan berbau bensin.

Komponen dari sistem pengapian (ignition system) terdiri dari busi, koil, magnet dan pemutus arus (platina dan CDI). Salah satu sistem pengapian pada sepeda motor adalah sistem pengapian magnet dengan CDI (capasitor ignition system).
Setiap sistem pengapian CDI diharapkan mampu menghasilkan api tepat pada saat diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara, sehingga campuran bahan bakar tersebut dapat terbakar dengan sempurna. Sistem pengapian CDI juga dapat menyesuaikan dengan perubahan beban dan perubahan kecepatan yang terjadi pada kendaraan pada saat mesin bekerja.

Sistem pengapian dari sepeda motor Honda GL PRO dan Suzuki Shogun mempunyai kesamaan. Dari survey yang dilakukan pada pengguna sepeda motor Honda GL PRO, khususnya anak-anak muda, kebanyakan dari mereka mengganti CDI Honda GL PRO dengan CDI milik Suzuki Shogun yang dianggap api dari sistem pengapian Suzuki Shogun lebih baik.

Berdasarkan survey awal dari pemakai sepeda motor Honda GL PRO yang menganti unit CDI-nya dengan unit CDI Suzuki Shogun di mana belum diketahui secara pasti gejala apa yang akan terjadi, maka peneliti mengambil penelitian dengan judul “Perbedaan Konsumsi Bahan Bakar dan Tegangan Output CDI Pada Mesin Honda GL PRO antara yang Menggunakan CDI Standar Gl PRO dengan CDI Suzuki Shogun”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURISING (TM-02)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Pendahuluan
Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia bertambah maju maka bidang teknologipun ikut berkembang sangat pesat dengan harapan segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan baik.


Jika diperhatikan, segala kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Kerena hampir semua alat yang digunakan manusia terbuat dari unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi dijaman sekarang. Oleh karena itu timbul usaha – usaha manusia untuk memperbaiki sifat – sifat dari logam tersebut. Yaitu dengan merubah sifat mekanis dan sifat fisiknya.

Adapun sifat mekanis dari logam antara lain : kekerasan, kekuatan, keuletan, kelelahan dan lain – lain. Sedangkan dari sifat fisiknya yaitu dimensi, konduktivitas listrik, struktur mikro, densitas, dan lain – lain.
Karena banyaknya permintaan yang bermacam – macam maka diadakan pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai dengan kegunaannya. Seperti misalnya pada baja karbon. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan. Karena baja karbon mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik dan harganya relatif murah. Karena baja karbon mendapat prioritas utama maka dituntut untuk memodifikasi atau memperbaiki sifatnya seperti kekerasan, kekerasan pada permukaan, tahan aus akibat gesekan. Karena hal tesebut maka perlu diadakan proses perlakuan panas guna menambah kekerasan dari bahan tersebut.

Perlakuan panas adalah suatu perlakuan (treatment) yang diterapkan pada logam agar diperoleh sifat – sifat yang diiginkan. Dengan cara pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat – sifat tertentu dari logam.

Salah satu cara adalah dengan menggunakan proses karburasi yaitu dengan mengeraskan permukaannya saja. Karburasi adalah salah satu proses perlakuan panas untuk mendapatkan kulit yang lebih keras dari sebelumnya.
Dan berdasarkan hal – hal tersebut diatas maka penulis mencoba untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul :

“ ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURIZING “

1.2. Rumusan Masalah
Adapun alasan bidang ini disesuaikan dengan kebutuhan pada bidang industri yang semakin modern, dalam hal ini adalah pengembangan sifat – sifat dari logam. Yang mana mempunyai kekerasan yang baik tapi juga ulet. Dimana aplikasinya digunakan pada alat – alat potong, alat – alat pahat, roda gigi atau kontruksi mesin yang sering mengalami kontak antara bahan satu dengan bahan lainnya.
Dengan proses perlakuan panas dengan metode karburasi diharapkan dapat memperpanjang umur pemakainanya tetapi masih memiliki sifat keuletan pada bagian dalamnya.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini